Minggu, 31 Maret 2013

DramaKorea: Sinopsis The Best Lee Soon Shin Ep 6

Anyeonghaseo, Setiap ngeshare pasti minta maaf. Maaf ya readers telatttttt banget. Masalahnya admin juga harus ngurus proposal admin yang masih berjalan. Jadi waktunya harus dibagi-bagi. Di episode ini seperti kita diingatkan, kita akan merasakan kehilangan seseorang ketika kita tidak bisa lagi melihatnya dan juga tentang penyesalan kita yang selalu datang terlambat. Yaudah kita langsung aja ya ke TKP......... ^_^

The Best Lee Soon Shin

Soon Shin menangis, Jun Ho mengira Soon Shin terlalu terharu dengan apa yang dikatakan oleh Jun Ho kepadanya. Soon Shin bilang ia tidak tertarik dengan tawaran yang diberikan Jun Ho untuknya, ia tidak tertarik untuk menjadi seorang bintang dan ia juga bilang kalau dia tidak mempunyai waktu sebebas Jun Ho jadi jangan menghalangi pekerjaannya. Setelah mengatakan hal itu Soon Shin pergi dari sana. Jun Ho mengejarnya dengan memegang tangan Soon Shin mencoba untuk berbicara lagi tapi Soon Shin menghempaskannya dan pergi. Jun Ho yang ditinggalkan oleh Soon Shin merasa bingung dan aneh dengan sikap yang ditunjukkan oleh Soon Shin.


Hye Shin turun dengan U Ju, Hye Shin melihat begitu banyak sarapan yang dibuat oleh ibunya. Hye Shin bilang mengapa ibunya membuat begitu banyak sarapan. Ibu menyuruh U Ju untuk memanggil bibi nya turun untuk makan. Pada saat itu juga Yoo Shin turun dan bertanya kemana perginya Soon Shin. Ibu bilang kalau Soon Shin sudah pergi kerja dan kau juga besok sudah mulai bekerja lagi jadi makanlah yang banyak biar kuat. 

Ibu juga bilang ke Yoo Shin untuk tidak menganggu Soon Shin lagi, Yoo Shin menjawab kapan ia melakukan hal itu. Hye Shin hanya bisa melihat Yoo Shin dengan wajah tidak percaya. Lalu Hye Shin bilang ke ibunya kalau hari ini ia akan pergi kekantor polisi, apa ibunya ingin ikut. Ibu seperti tidak ingin mengingat hal itu jadi ia bilang ia tidak mau dan ia juga bilang kalau hari ini ia sibuk, rumah sangat berantakan sekali seperti kapal pecah, ia mengatakannya sambil berlalu pergi ke dapur. Hye Shin dan Yoo Shin tau kalau ibunya menghindari hal itu (pasti masih sedih).


Ibu membawa makanan untuk nenek ke kamarnya. Ibu menyuruh nenek untuk bangun, makan. tapi nenek tidak mau ia bilang ia tidak lapar tapi ibu terus mencoba membangunkan nenek untuk makan akhirnya nenek marah ia bangun ia bilang ia masih kuat. ibu dengan wajah sedih bilang iya nenek kuat jadi makanlah. Nenek menatap ibu, nenek tau apa yang sedang ibu rasakan sama dengannya. ibu yang tidak tahan dengan tatapan nenek bilang kalau hari ini sangat cerah sangat cocok untuk menjemur sprei. Lalu ibu bilang ke nenek untuk memakan makanan yang ia bawa lalu ia keluar. Nenek hanya menatap kepergian ibu dengan sedih.


Ketika ibu keluar dari kamar nenek tanpa sengaja ia melihat baju ayah yang ketika itu ia ingin setrika. sesaat ibu hanya melihat baju itu dengan sedih lalu ia membereskannya sambil berkata bahwa sekarang ia tidak perlu lagi mengosok bajunya. Ibu mencuci banyak sprei sambil bernyanyi seperti nya ia ingin menghibur dirinya sendiri.


Yoo Shin sedang melakukan panjat tebing. ia berusaha keras untuk mencapai puncak tapi ia terpeleset dan akhirnya jatuh mengantung. dari raut wajahnya terpancar banyak hal yang sedang dipikirkannya (admin rasa Yoo Shin masih sedih dengan kematian ayahnya dan mungkin merasa bersalah dengan ayahnya karna terakhir kali ia berbicara dengan ayahnya, mereka bertengkar. dan admin rasa ia juga merasa belum melakukan hal terbaik untuk ayahnya). Seorang teman Yoo Shin bilang kalau hari ini Soon Shin tidak melakukannya dengan baik. 

Telpon Yoo Shin berdering dan itu dari Chan Woo, Chan Woo menanyakan keadaan Yoo Shin dan bilang untuk datang datang ke tempatnya bekerja ia akan membantu Yoo Shin untuk mengambil uang yang kemarin. Yoo Shin berteriak dan bilang kapan ia meminta pengembaliaan uang itu dan kenapa Chan Woo ingin membantunya, apa Chan Woo sekarang kasihan padanya. Chan Woo yang mendengar hal itu bilang ke Yoo Shin untuk tidak usah berpura-pura galak, ia juga hilang kalau Yoo Shin sedang sedih katakan saja ia akan menemaninya minum. Yoo Shin menjawab ia tidak punya waktu untuk minum dengan Chan Woo dan menutup telponnya.


Yoo Shin pamit kepada bosnya untuk pulang. lalu bosnya bilang kalau ia ingin mengajak Soon Shin untuk minum, untuk pesta penyambutan Soon Shin. tapi sekali lagi Soon Shin menolak hal itu, untuk beberapa hari ini ia harus pulang cepat kerumah. Bos tampak kecewa dan Jin Uk yang mendengar hal itu ikut nimbrung dan megatakan kepada Soon Shin kalau Soon Shin itu tidak tau diri karna pesta ini sebenarnya untuk Soon Shin juga. Jun Ho datang ke cafe dan melihat Soon Shin ia mengajak Soon Shin untuk berbicara tapi Soon Shin tidak mendengarkan perkataan Jun Ho dan langsung pamit pulang. 

Jun Ho yang merasa di cuekin ingin menyusul Soon Shin tapi temannya mencegahnya ia bilang ia ingin bicara ke Jun Ho. Jun Ho berbicara duluan ia bilang kalau Soon Shin itu sangat naif dan ia meminta bantuan ke temannya untuk membantunya mendekati Soon Shin. temannya bilang untuk tidak memberikan harapan kosong, Jun Ho bilang kalau ia tidak memberikan harapan kosong. lalu temannya bilang kalau Jun Ho tidak seperti biasanya, sebegitu pentingkah Yeon A, pengalaman masa lalu mu masih membekas? . Raut muka Jun Ho langsung berubah, ia bilang ke Hyungnya(temannya) untuk tidak mengurusi urusan nya, ia bisa mengurusnya sendiri.


Soon Shin mengambil kertas (mungkin itu lowongan kerja) lalu ia melihat-lihat kertas=kertas yang tertempel disana. Chan Woo melihatnya, lalu menghampirinya. ia bilang ke Soon Shin kalau Soon Shin pasti lelah, tapi Soon Shin menjawab kalau Chan Woo pasti lebih lelah dan ia juga berterima kasih. Chan Woo menjawab kalau ia tidak meakukan apa-apa. Yoo Shin berjalan sendirian dan melihat Chan Woo dan Soon Shin sebentar lalu ia mulai berjalan lagi melewati keduanya tapi Soon Shin menyapanya tapi Yoo Shin bersikap dingin ia cuek masih melangkah pergi. Chan bicara padanya, ia bilang akan mentraktir nya makan. Yoo Shin blaing kalau ia tidak makan malam dan bilang untuk minta ditraktir oleh Soon Shin karna ia mendapatkan 10 juta. Soon Shin menyebut nama kakaknya seperti bilang untuk jangan seperti itu. 

Yoo Shin lalu mengatakan dengan keras kenapa, apa uangnya sudah habis?. Chan Woo yang mendengar hal itu marah dan bilang kalau Yoo Shin terlalu kasar, Soon Shin sudah tertekan, apa yang dia lakukan?. Yoo Shin yang mendengar hal itu tidak percaya dan bilang pasti orang lain beranggapan kalau Chan Woo pasti kakaknya. Chan Woo yang sudah terpancing kembali marah dia bilang kalau ia memang beanar kakaknya, kakak kandungnya. Yoo Shin bilang kalau ayahnya tau pasti ia sangat senang karna ada yang melindungi Soon Shin, lalu ia seperti baru mengingat satu hal bilang kalau ayah mereka sudah meninggal, dia lupa. Chan Woo sangat marah ia bilang ke Yoo Shin kenapa Yoo Shin harus bersikap seperti ini. Soon Shin mencoba melerainya. ia mengajak Yoo Shin pulang.


Sesampainya dirumah, Yoo Shin melempar semau barang-barang Soon Shin yang ada dikamarnya. ia tidak ingin tidur dengan Soon Shin, ia mengatakan kepada Soon Shin untuk kembali kekamarnya. Soon Shin keluar dan pergi kedapur ia melihat ibunya sedang membereskan segala barang yang ada disana. Soon Shin ingin membantunya tapi ibu bilang tidak usah ia akan membereskannya sendiri. (ibu sepertinya ingin menyibukkan dirinya sendiri untuk tidak terlalu memikirkan hal yang sudah terjadi).


Guru Song sudah memulai aktifitasnya lagi. ketika ia sedang menuju lokasi tempat ia kan syuting, ia mendadak seperti cemas dan takut ketika mereka berhenti di lampu merah tempat ayah tertabrak. Manager Hwang yang tau itu menyuruh sopir untuk menghidupkan musik.


Begitu juga saat di lokasi syuting. Saat guru Song sedang membaca naskahnya ia mendengar seperti decitan suara mobil ia kaget dan cemas. Ternyata itu datang dari sebrang jalan yang sepertinya mereka hampir bertabrkan atau menyerempet (kayaknya guru Song trauma deh). Yeon A datang ia membawakan kimbab untuk guru Song, guru Song mengatakan kalau itu sangat enak lalu ia bilang ke Yeon A hal yang mengejutkan bahwa ia ingin Yeon A menjadi anaknya, ia bilang kalau ia sering iri melihat ibu dan anaknya berbelanja bersama jadi karna ia tidak punya suami dan anak ia ingin mengangkat Yeon A menjadi anaknya (aduh Soon Shin mau dikemanain? heh). Yeon A yang mendengar itu mersa senang dab terharu, ia bilang kalau selama ini itulah rencananya dan sekarang ia berhasil. ia juga bilang apa sekarang ia bisa memanggil guru Song ibu?. Mereka berdua tertawa bersama.


Sekretaris Jo masuk ke kantor Jun Ho dan memberikan berkas ke Jun Ho, lalu ia bertanya apa Soon Shin sudah menandatangani kontraknya. Jun Ho bilang kalau Soon Shin belum menandatanganinya. Sekretaris Jo ternsenyum dan bilang akhirnya bosnya kembali waras lagi. Jun Ho yang mendengar itu menatap tajam kearahnya. Sekretaris Jo yang melihat ekspresi bosnya mengatakan dengan wajah aneh,bingung dan tidak percaya bahwa bosnya masih tetap ingin merekrutnya. Jun Ho langsung berdiri dan bilang kau, siapa aku? dengan gaya yang seakan ingin memakan sekretaris Jo. 

Sekretaris Jo yang melihat itu reflek mundur dan mengatakan dengan wajah lucu kalau Jun Ho itu adalah direktur Shin Jun Ho, midasnya korea selatan, sentuhan midas, apapun yang disentuh Jun Ho pasti berubah menjadi emas. JuN Ho yang mendengar hal itu terus melihat sekretaris Jo dan ia seperti ingin menepuk wajah sekretaris Jo tapi dengan sigap sekretaris Jo menangkap tangn itu dan menaruh tangan itu dipipinya dengan lembut dan bilang kalau tangan Jun Ho sangat lembut dan wangi. Jun Ho yang melihat itu lagsung melepas tangan nya, ia bilang mengapa ia selalu tidak diperdulikan. Dengan gayanya sekretaris Jo bilang siapa yang berani tidak memperdulikan bosnya( heheheheeh sekretaris Jo mencoba untuk meredam kemarahan Jun Ho ni atas apa yang dia katakan tadi, takutttt. lucu liat adegan mereka berdua).


Telpon Jun Ho berbunyi dengan sigap sekretaris Jo mengambilnya dan memberikannya ke Jun Ho. telpon itu dari ibu Jun Ho yang menanyakan adiknya I Jeong. Ibunya bilang kalau ayahnya sudah pulang dan kalau ayahnya sampai tau I Jeong ada disni, ayahnya bakalan murka.


Ibu Jun Ho baru sampai dirumah dan ia melihat mobil yang mengantar suaminya hampir sampai dirumah. ia langsung masuk kerumah mencari I Jeong dan ternyata I Jeong sedang mandi sambil mendengarkan musiknya Sistar19 Gone not around any longer, ia juga ikut bernyanyi. Lalu ia mendengar Ibunya memanggil dan mengatakan kalau ayahnya sudah pulang, ia berteriak kaget. ia dan ibunya sibuk mencari tempat persembunyian dan akhirnya I Jeong bersembunyi di lemarinya. Aayh yang melihat istrinya keluar dari kamar I Jeong curiga dan ia juga bilang siapa yang menghidupkan musik itu. Ibu menjawab dengan gugup ia blang kalau ia yang menghidupannya ketika ibu ingin mematikan musik itu, ayah sudah masuk kekamar I Jeong. ayah memeriksa kamarnya. dan ketika ayah akan keluar ia melihat ada tas I Jeong disana. segera sja ia tahu kalau I Jeong ada disana.


Ayah menjewer telinga I Jeong sambil turun kebawah. ibu mengatakan utnuk tidak melakukan hal itu, telingga anak mereka bisa lepas. ayah bilang bila lebas ia tinggal memasangnya kembali. ayah langsung memesan tiket ke New York untuk mengembalikan I Jeong. I Jeong bilang kalau ia berhenti sekolah dan ia sudah menemukan apa yang benar ia ingin kan. Tapi ayah tidak mendengarkannya dan menyuruhnya untuk membereskan pakaiannya. I J eong tidak mau dan dia lari keluar rumah dengan hanya memakai baju tidur(?). I Jeong baru sadar apa yang ia kenakan ketika ia sudah sampai diluar.


Soon Shin dan Jun Ho bertemu lagi dan Jun Ho menyeret Soon Shin untuk bicara. Jun Ho mengeluarkan kontrak, ia bilang begitu pedang terhunus ia tak akan mundur sambil memegang pisau, ini bukan kontrak perbdakan, periksa syarat dan ketentuannya dan bilang kalau ada yang keberatan. Soon Shin mengingat kembali kejadian ia ditipu lalu ia bilang kalau Jun Ho itu penipu, tidak bisakah Jun Ho lebih kreatif lagi (kata-kata yang Jun Ho ucapkan sama dengan yang Jun Ho palsu ucapkan). Jun Ho yang mendengar hal itu seakan tidak percaya dan ia bilang kalau ia ini Shin Jun Ho. Soon Shin mengatakan tentu saja ia Shin Jun Ho, sambil meremehkan. Telpon Jun Ho berdering dan itu dari adiknya I Jeong,  I Jeong bilang kalau ia ada di bawah. Jun Ho kaget dan melihat keluar, ia melihat adiknya berdiri di luar dengan pakaian tipis. ia mengatakan ke Soon Shin untuk menunggu nya ia akan keluar sebentar.


Bos Soon Shin menghampirinya. Soon Shin tanya apa ia benar Shin Jun Ho. Bos nya hanya bilang apa ia memintamu menandatangani kontrak, ia hanya bercanda. Lalu ia menoleh kearah luar dan melihat Jun Ho yang sedang dipeluk dengan adiknya. Soon Shin juga melihat kearah laur dan terkejut dnegn aa yang ia lihat.


I Jeong menangis sejadi-jadinya di kantor Jun Ho, ia mengatakan mengapa ayahnya tidak mau mendengarnya dan langsung memesan tiket. Jun Ho dengan santai bilang kalau ia jadi ayahnya I Jeong ia juga akan melakukan hal itu. I Jeong bilang bukankah kakaknya juga pernah melakukan hal ini. Jun Ho bilang itulah sebabnya apa adiknya bisa hidup tanpa uang ayahnya, pakaian dan tasnya. I Jeong malah bilang bukankah ia punya kakaknya, kenapa ia harus menderita. lalu I Jeong meminta kartu kredit kakaknya ia igin membeli pakaian dan menginap di hotel. Tapi Jun Ho tidak memberikannya. I Jeong lalu menelpon ibunya dan mengatakan ia ada di kantor kakaknya dan meminta pertolongan.


Ibu baru kembali dari psar ia begtu banyak membeli Sayuran. Ibu Chan Woo melihatnya dan menghampiri ibu, ia bilang apa kimchi dirumah mereka habis. ibu bilang kalau ia ingin membuat kimchi karna dirumahnya banyak orang. Ibu Chan Woo hanya menatapnya. Saat ibu Chan Woo sedang dengan suaminya, ia bilang kenapa ibu Soon Shin tidak berfikir seperti seorang janda. Waktu itu ia selalu membanggakan suami dan anaknya tapi sekarang lihatlah. Suaminya yang mendengar hal itu tidak percaya istrinya bisa berkata seperti itu. lalu Chan Mi datang dan menanyakan siapa yang sedang dibicarakn ibunya. ibunya menjawab Ibu Soon Shin. Chan Mi bilang kenapa ibunya berkata seperti itu, ibunya seperti menari diatas penderitaan orang lain. mendengar hal itu ibu memukuli anaknya. Suaminya bilang kenapa Hyungnya bisa pergi  setelah baru menemui seseorang yang sudah lama tidak ditemuinya.


Hye Shin menemui temannya, ia menanyakan pekerjaan kepada temannya. Temannya bilang kalau Hye Shin tampak lelah, ia masih ingat ketika ayahnya Hye Shin menangis saat Soon Shin menikah. ia bilang kalau anaknya kan pergi jauh. Hye Shin yang mendengar hal itu terlihat sedih (memang ya, manusia terkadang baru terasa kehilangan ketika mereka tidak dapat melihat orang yang selama ini mereka sayangi). Di halte Hye Shin tanpa sengaja melihat barang peninggalan ayahnya, ia menghidupkan Handphone ayahya yang walpapernya mereka bertiga. lalu ia mendapat pesan yang mengatakan untuk ayahnya mengambil kue pesanannya.

 akhirnya Hye Shin datang ketoko itu dan orang yang ada di toko tersebut mengenali Hye Shin sebagai ibu dari anak yang meninggalkan handphonenya tempo hari. Orang itu mengembalikan uang yang diberikan Hye Shin waktu itu dan mengatakan kalau ia bukanlah orang yang pamrih. Lalu ia memberikan kue yang dipesan ayah, Hye Shin tanya kapan ayahnya memesan ini, orang itu bilang kalau sudah 5 atau 6 hari. lalu ia bilang ia tidak tau apa kue itu masih bisa dimakan atau tidak, ia terus berbicara pada Hye Shin kenapa baru diambil sekarng dan mengatakan banyak hal yang ingin ia tolong sampaikan ke ayahnya Hye Shin. Hye Shin dengan sedih bilang kalau ia tidak bisa menyampaikan hal itu karna ayahnya sudah meninggal, Hye Shin langsung pergi. Orang yang mulanya begitu kesal karna ayah Hye Shin terdiam begitu Hye Shin mengatakan hal itu, ia mencoba untuk memanggil Hye Shin tapi tidak berhasil.


Ibu menghidupkan musik keras-keras sambil membuat kimchi. Nenek yang mendengar hal itu merasa idak nyaman dan akhirnya keluar kamar mematikan musik itu. Nenek juga bilang apa yang sebenarnya ibu lakukan. Ibu hanya bilang untuk nenek merasakan kimchi buatannya, ia bilang ia sudah tua tidak terlalu pandai lagi membuat ini, ayah anak-anak tidak menyukai makanan asin. Ibu yang menyadari ia keceplosan bicara diam. Nenek mengatakan kalau ibu sudah gila, bagaimana ibu bisa membuat kimchi saat mereka sedang berkabung.

Ibu bilang kalau mereka harus tetap melanjutkan hidup. Soon Shin pulang, nenek yang melihat Soon Shin masih dirumah marah, ia mencoba untuk menyeret Soon Shin keluar. Ibu yang tidak tahan lagi Soon Shin diperlakukan seperti itu mencoba menghentikannya. ia bilang ke nenek kalau ia yang salah, ia yang ditipu, Soon Shin tidak salah. Nenek tidak setuju dengan apa yang dikatakan ibu. Ibu bilang kalau ia juga sedih, ia dan Soon Shin juga merasa sedih sama sepertinya tapi kenapa ibu seperti ini, ibu mengatakannya sambil menangis. Nenek yang mendengar hal itu akhirnya diam, ia tau kalau semua orang juga sedih seperti nya.


Dikamar ibu hanya melamun sambil memegang bantal suaminya, ia mengingat kembali apa yang dikatakan suaminya. Paginya Hye Shin membuat sarapan, Soon Shin ingin membantu tapi Hye Shin menyuruhnya untuk istirahat. Lalu Hye Shin ingat kue yang ia mabil kemarin ia bilang ke Soon Shin kalau itu dari ayah mereka untuk Soon Shin. Soon Shin membukanya ia terlihat sedih, ibu bangun dan melihatnya juga. Ada surat didalam sana. 

"Selamat Ulang tahun Soon Shin. Ayah sudah pikun, ayah lupa hari ulang tahunmu. Biarpun sudah telambat, selamat ulang tahun. Soon Shin kau adalah anak ayah dan ibu yang paling berharga. Tidak apa menjadi orang biasa. Kau tetap special dan juga kami sayangi. Kau yang terbaik Putriku. Kau yang terbaik, Lee Soon Shin."

Soon Shin menangis membaca surat itu, ibu bilang kalau ayah pandai sekali membuat kejutan. ibu bilang untuk meniup lilinya karna ini adalah hadiah terakhir dari ayah. Jika tidak dilakukan ayah akan sedih. Yoo Shin melihat kue dan lilin itu, ia tanya apa itu. ibu menjawab kalau itu hadiah dari ayah mereka. hadiah terakhirnya untuk kalian. Agar bisa menjalani hidup dengan baik.


Guru Song sedang yoga dirumahnya. ia mendapat telpon dari I Jeong yang memintanya untuk mentraktir makan siang tapi guru Song bilang kalau ia sedang sibuk. I Jeong tanya kapan guru Song bisa?. Ibu sedang membereskan barang-barang ayah, lalu tanpa sengaja ibu melihat foto ayah dengan seseorang, ibu tampak berfikir siapa wanita yang ada di foto tersebut.






I Jeong sedang dicafe, setelah memesan minuman ia menelpon kakaknya. Tapi Jun Ho tidak menjawabnya, lalu I Jeong menilnggalkan pesan suara, ia bilang ia tau kakaknya sedang menghindarinya, ia meminta Jun Ho untuk turun karna ia akan bertemu dengan bibi Mi Ryeong(guru Song), ia bilang kalau ini hidup dan matinya, jadi Jun Ho harus turun kalau tidak Jun Ho pasti tau apa yang akan dilakukannya. Soon Shin mengantarkan pesanan I Jeong, I Jeong ingat kalau Soon Shin adalah orang yang akan direkrut kakaknya. I Jeong mencemooh Soon Shin, Soon Shin bingung apa yang dikatakan oleh I Jeong.


I Jeong ceroboh ketika ia mengambil minumannya sehingga baju yang ia kenakan basah. Soon Shin mencoba menolongnya tapi I Jeong malah menyalahkan Soon Shin karna salah meletakkan gelas minumannya. Soon Shin kaget karna ia yang disalahkan. Jin Uk datang dan mencoba menolong, ia meminta Soon Shin meminta maaf pada I Jeong. Mulanya Soon Shin tidak mau tapi akhirnya ia meminta maaf, I Jeong menyingung Soon Shin, ia mengatakan kalau apa ini yang diajarkan ayah Soon Shin kepadanya. Soon Shin yang tidak terima ayahnya disalahkan, berbalik menatap I Jeong tajam.

I Jeong bilang kenapa Soon Shin melihatnya seperti itu. Jin Uk minta maaf, ia juga menyuruh Soon Shin untuk meminta maaf tapi Soon Shin masih dengan tatapan tajam nya bilang kalau yang seharusnya minta maaf itu I Jeong bukan dia. I Jeong tidak terima dan ia mencoba untuk menyiram Soon Shin dengan air. Tapi tangan I Jeong lngsung dipegang Soon Shin dan ketika I Jeong masih mencoba menyiram Soon Shin ia malah menyiram dirinya sendiri sehingga wjahnya basah. Soon Shin dan Jin Uk kaget begitu juga dengan I Jeong.  I jeong berteriak.


Diluar guru Song sedang berjalan masuk, ia melihat keributan itu dan mendekat. Ia memanggil I Jeong dan melihat kearah Soon Shin.




Akhirnya.......... Soon Shin dan Guru Song ketemu,, emmmmm gimana ya nantinya??????..
kita tunggu yukkk diepisode selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar