Kamis, 21 Agustus 2014

Sinopsis Temptation Episode 10



Di akhir episode 9 Seok Hoon yang akan pergi ke Brazil meminta Se Young untuk menunggunya sampai ia kembali. Hari berganti saat ini Se Young berada di kamarnya, Se Young menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.

Mengingat dari awal pertemuannya dengan Seok Hoon hingga kata kata terakhir yang Seok Hoon ucapkan padanya untuk menunggu dirinya hingga kembali dari Brazil.


Se Young terbangun dari tidurnya ketika alarm di ponsenya berdering. Se Young melanjutkan aktifitas sehari harinya memulainya dengan berolahraga, sebuah pengingat hari berbunyi di alat olahraganya menunjukkan kalau ini sudah hari ke 56.

Se Young seakan menjawab bunyi alat tersebut kalau dirinya tau ini sudah hari ke 56. Ya Seok Hoon sudah meninggalkannya selama kurang lebih 2 bulan.

 


Hari hari Se Young tanpa Seok Hoon begitu berat, Se Young menjalani hidupnya tanpa semangat di tambah lagi masalah yang harus ia hadapi di kantor. Persaingannya dengan perusahaan Ajin terus berlangsung, perusahaan mereka bahkan mengalami penyempitan dana.

Manager Jo yang terus mendampingi Se Young berusaha menenangkan Se Young kalau masalah keuangan di perusahaan mereka hanyalah masalah sementara jadi tidak perlu Se Young terlalu khawatirkan. Tapi berbeda dengan manager Jo Se Young menanggapi kalau situasi sementara seperti ini lah yang bisa mereka sebut sebagai krisis perusahaan.



Hampir 2 bulan setelah perceraian Hong Joo dan Seok Hoon, ayah masih Nampak marah pada Hong Joo, ayah bersikap dingin pada Hong Joo, ayah bahkan masih sering menanyakan pada Hong Joo apakah Seok Hoon menelpon Hong Joo.

Hong Joo berusaha memberi pengertian pada ayahnya kalau Seok Hoon bukan siapa siapa lagi bagi dirinya begitu juga dengan ayah dan Hong Gyu, Seok Hoon hanyalah seorang yang mereka tidak kenal. Ayah yang masih kesal dengan keputusan Hong Joo mengatai Hong Joo dan Seok Hoon idiot.

 


Min Woo sengaja menunggu Hong Joo di persimpangan rumah Hong Joo. Min Woo bermaksud untuk berbicara pada Hong Joo dan meminta maaf. Awalnya Hong Joo enggan tapi karna Min Woo terus memohon akhirnya Hong Joo mau.

Dalam perjalanan Min Woo membuka pembicaraan dengan Hong Joo, ia yang awalnya tadi ingin meminta maaf malah membahas tentang kehidupan keduanya yang begitu kejam.  Saat keduanya baru bertemu keduanya sudah mempunyai pasangan masing masing tapi lihat sekarang mereka, mereka single. Ucap Min Woo sambil tertawa.

Hong Joo yang mendengar hal itu terlihat tidak suka, ia meminta Min Woo untuk menghentikan mobilnya, ia ingin keluar. Min Woo sadar kalau Hong Joo tersingung tidak suka dengan perkataannya, ia mencoba berbicara tapi percuma.  Hong Joo memang merasa tersingung dengan perkataan Min Woo karna sebelum ini bahkan ada seorang pekerja yang juga teman sekolahnya dulu mencoba menelponnya padahal di usianya waktu itu (sekolah) mereka tidak pernah berbicara, menjadi seorang janda pasti terdengar gampangan kan? Min Woo pasti  menganggap dirinya begitu mudah untuk dirayu. Tapi yang perlu Min Woo tau ia akan mengambil jalan yang lebih keras, lebih susah jadi Min Woo seharusnya berhenti mencoba untuk sesuatu yang tidak akan pernah terjaddi.
Setelah mengatakan hal itu Hong Joo keluar dari mobil marah.

 


Tuan Yoo meminta Se Young untuk menghentikan semua yang di lakukan Se Young saat ini, berhenti untuk bertarung dengan perusahaan Min Woo karna jika Se Young terus melangkah lebih jauh, tidak hanya Se Young tapi perusahaan mereka juga akan mengalami kerugian besar.

Se Young yang mendnegar hal itu tentu saja tidak setuju, bagaimana bisa dirinya menyerah sebelum bertarung dan tanpa perlawanan apapun. Tuan Yoo membentak Se Young yang begitu keras kepala tapi Se Young tetap ngotot kalau dirinya akan menang dari Min Woo.
Tuan Yoo yang kesal berkata kalau sepertinya Se Young ingin resign dari menjadi Presdir Dong Sung. “Bisnis bukan tentang keras kepala. Jika             Se Young masih tidak ingin menyerah maka akan lebih bjaksana jika Se Young keluar dari pekerjaan ini”

Se Young tentu saja menentangnya tapi Tuan Yoo berteriak apa Se Young juga ingin berperang dengannya melalui saham ?

 
 

Di mobilnya Se Young pusing dengan semua yang terjadi tapi di saat semua itu terjadi seseorang sudah menunggu Se Young di depan gedung apartment nya.

Awalnya Se Young tidak mempercayai pengihatannya, Se Young diam mematung melihat pria yang kini ada di depannya. Seok Hoon tersenyum mendekati Se Young berbicara seakan tidak terjadi apa apa, Seok Hoon bahkan mengatakan merindukan Se Young setelah 2 bulan tidak bertemu, Seok Hoon bahkan bertanya apa Se Young juga merindukannya?

Respon yang diberikan Se Young hanya diam tanpa senyum menatap Seok Hoon, Se Young bahkan terlihat marah dengan kedatangan Seok Hoon yang seperti ini mengejutkannya.

Seok Hoon hanya tersenyum menanggapi kalau ia kira Se Young akan menyambutnya dengan senyuman. Dengan dingin Se Young berkata kalau saat ini dirinya tidak ingin tersenyum maupun bahagia saat melihat Seok Hoon.

 
 


Seok Hoon tidak menanggapi perkataan Se Young dengan serius, ia bahkan bertanya pada Se Young apa Se Young sudah menyetujui surat pengunduran dirinya waktu itu? Se Young heran kenapa? Karna jika Se Young belum menyetujuinya dirinya akan datang ke perusahaan besok dan mulai bekerja. Se Young dengan dingin berkata atas ijin siapa, Seok Hoon menjawab kalau keputusan ada pada Se Young. Se Youg tidak menanggapi dan berjalan perg meninggalkan Seok Hoon.

Tapi sebelum  itu Seok Hoon menghentikan langkah kaki Se Young, membuka jari jemari Se Young dan memberikan Se Young beberapa biji kopi yang Seok Hoon anggap mirip dengan Se Young . Seok Hoon berkata kalau biji biji Ini ia dapatkan dari kebun kopi di tempatnya bekerja waktu itu, lebih tinggi dari pada pohon pohon yang lain dan lebih elegan.

Se Young akhirnya mengeluarkan unek uneknya, kenapa Seok Hoon tidak menelpon atau mengriminya surat, apa Seok Hoon tau bagaimana rasanya untuk seseorang yang sedang menunggu?. Seok Hoon menjawab kalau dirinya kahwatir, khawatir akan terbang kembali kesini jika dirinya mendengar suara Se young.  Bagi Se Young mungkin waktu hanya terasa 56 hari tapi bagi dirinya hari hari yang ia lalui seperti 560 hari lamanya.

Se young terdiam tersipu(?) untuk menutupi hal itu ia berusaha berbicara tegas kalau surat pengunduran diri Seok Hoon sudah lama di proses.

 
 


Sesampainya di apartement, Se Young membuka jari jemarinya melihat biji kopi yang diberikan Seok Hoon padanya tadi, Se Young Nampak senang dengan pemberian Seok hoon ini.



Seok hoon ternyata menginap dirumah Young Chul untuk beberapa hari sebelum tempat barunya d kosongkan. Young Chul  yang baru saja menerima telpon mengatakan dengan lemah kalau yang baru saja menelponnya adalah Presdir Yoo. Presdir Yoo meminta Seok Hoon untuk datang bekerja mulai besok.

Seok Hoon yang mendnegar hal itu tentu heran karna setaunya Se young sudah menyetujui surat pengunduran drinya. Young Chul membenarkan kalau Seok Hoon memang sudah tidak bekerja lagi di perusahaan mereka sebegai pegawai kontrak tapi mulai sekarang Seok Hoon akan bekerja di tempat mereka sebagai pegawai tetap, ucap Young Chul gembira.

Mendengar hal itu Seok Hoon diam saja tidak terlihat gembira. Melihat reaksi yang diberikan Seok Hoon , Young Chul Tanya ada apa dengan wajah Seok Hoon, kenap Seok Hoon tidak Nampak gembira?

Seok Hoon berkomentar kalau ia dengar perusahaan sedang mengalami kesulitan. Mendengar hal itu Young Chul menghela nafas berat kalau Ajin memang lawan yang kuat untuk mereka.

 


Keesokan paginya alarm di ponsel Se Young berbunyi memberitahu kalau hari ini adalah hari ke 57, Se Young yang mendegar hal itu mematikannya, dan alarm tersebut langsung berbunyi kalau waktu menunggu sudah selesai.

Mendengar hal itu Se Young bangun dengan cerah, seakan akan beban yang selama ini ia tanggung semuanya sudah lepas.(wihhh sampe segitunya ya, di kasih alarm buat ngitung udah berapa hari Seok hoon ninggalin Se Young)

 


Hari pertama Seok Hoon mulai bekerja sebagai pegawai tetap, Seok hoon melapor pda Se Young. Se Young yang ada di ruangannya berpura pura sok tidak peduli pada Seok Hoon yang masuk keruangannya.

Seok hoon mengucapkan terima kash karna mulai sekarang ia menjadi manager di tim TF (jabatan yang semula manager Jo pegang). Se Young menanggapi dengan cuek kalau ini bukanlah saat yang tepat untuk melakukan hal itu. Seok Hoon bercanda jadi apa ia harus kembali sedikit lebih lama lagi pada saat perusahaan sudah mulai bangkit lagi? Setelah mengatakan hal itu Seok Hoon keluar dari sana dengan senyuman.

Sementara Se young menatap Seok Hoon tidak percaya lalu tertawa karna candaan Seok Hoon.
 

 


Young Chul memperkenalkan Seok Hoon pada anggota tim TF lainnya sebagai ketua yang baru. Seok hoon langsung mengambil alih memperkenalkan dirinya kembali dan langsung member tugas pada para anggotanya kalau mereka akan mengadakan rapat 1 jam lagi.

Semua anggota keluar untuk mempersiapkan semuanya, Young Chul yang ada di dekat Seok Hoon mengomentari kalau hari ini baru hari pertama Seok Hoon bekerja, apa menurut Seok Hoon Seok Hoon tidak keterlaluan meminta semua orang untuk mengikuti rapt di hari pertama Seok hoon bekerja?

Seok Hoon membela dirinya kalau tim TF bekerja seperti di militer, mereka tidak bisa santai karna saat ini perusahaan sedang mengalami kesulitan.

Young Chul lalu mngingatkan Seok Hoon apa Seok Hoon sudah memberitahu istri Seok Hoon kalau Seok Hoon sudah kembali? Seok Hoon diam saja tidak mnjawab, Young Chul tau, ia langsung meralat kata katanya dan mencoba menasehati Seok Hoon meskipun keduanya sudah bercerai ada baikkny Seok Hoon memberitahu hong Joo.

Seok Hoon dengan enteng menjawab kalau mereka tidak ada hubungan lagi, mereka bisa saja bertemu di jalan raya dan akan salng mengatakan “hai” hanya sebatas itu tidak lebih.


Min Woo terus mengejar Hong Joo ketika keduanya sudah sama sama berpisah dengan pasangan masing masing. Min Woo bahkan menelpon Hong Joo untuk mengajaknya liburan musim panas bersama anak anaknya. Hong Joo yang sepertinya sudah sering mendengar suara Min Woo di telpon menghela nafas lelah berkata kalau Min Woo benar benar tidak bisa mendengar perkataan orang lain.

Dengan gayanya yang santai Min Woo menjawab kalau dirinya tentu saja mendengarkan orang lain, maka dari itu dirinya mengajak Hong joo untuk berlibur bersama keluarganya besok. Hong joo menyerah ia mengatakan kalau besok dirinya tidak bisa karna temannya  yang seharusnya berjaga tidak bisa masuk untuk bekerja besok, Hong joo hanya menitipkan salam pada Min Woo untuk Roy lalu mematikan ponselnya.

 


Pengacara Choi memberikan laporan pada Min Woo kalau Se Young kembali memperkerjakan Seok hoon di perusahaannya, mendengar hal itu Min Woo berkta kalau dirinya tidak tau kalau Seok hoon sudah kembali ke korea.

Pengcara Choi menjelaskan kalau presdir Yoo menempatkan Seok hoon sebagai manager tim TF dan pastinya akan membuat strategi baru, tidakkah menurut Min Woo ini semua mengambarkan betapa depresinya Se Young karna pertarungan ini?

Min Woo mengeleng kalau bisnis, pekerjaan itu semua hanyalah alasan Se Young. Se Young sudah menunggu lama untuk Seok hoon.

 


Se Young terlihat salah tingkah saat Seok Hoon memergokinya melihat kearah Seok Hoon yang sedang rapat dengan anggota - aggotanya.

 


Karna semua masalah ini Tuan Yoo selalu menelpon Se Young memastikan keadaan, Tuan Yoo berkata apa Se Young sudah membuat keputusan yang pintar, orang tua seperti dirinya ini hampir mati gelisah karna menunggu. Se Young berusaha menjelaskan pada ayahnya tapi belum sempat ia menjelaskan ayahnya sudah mematikan hubungan telpon.



Seok Hoon masuk keruangan Se Young mengajak nya untuk makan bersama tapi syangnya Se Young yang di ajak bersikap jual mahal dengan mengatakan kalau dirinya ini adalah Presdir perusahaan tempat Seok Hoon bekerja, bagaimana bisa Seok hoon masuk dan mengajaknya untuk makan. Seok hoon mengerti tanpa banyak perlawanan ia mengasumsi kan kalau Se Young sedang tidak ingin makan. Setelah mengatakan hal itu Seok Hoon beranjak pergi. Se Young kelabakan karna Seok hoon tidak lagi mengajak nya untuk makan jadi Se Young memanggil Seok Hoon berdiri berharap kalau Seok Hoon akan mngajaknya kembali tapi sayangnya kini gantian Seok hoon yang jual mahal dengan bersikap formal pada Se Young mengatakan “apa yang perlu ia bantu untuk Presdirnya?” Se Young  jadi salah tingkah mendnegar jawaban dari Seok hoon, dengan canggung dan berusaha bersikap dan berwibawa Se Young menjawab tidak ada apa apa dan Seok hoon boleh pergi.

Seok Hoon mengerti ia benar benar pergi tapi Seok Hoon juga tersenyum melihat tingkah Se Young yang seperti itu.

  


Hong gyu sengaja mengajak Han San keluar karna ingin tau apakah Han San masih bekerja pada Min Woo atau tidak. Han San menajwab kalau dirinya masih sering bertemu dengan Min Woo. Hong gyu menduga kalau perceraian kakaknya itu semua terjadi karna Min Woo,kakak iparnya Seok hoon adalah orang yang memegang teguh dengan apa yang ia percaya. Ia yakin Min Woo yang merayu kakaknya menggunakan anak kecil untuk menangkapnya dan pada akhirnya Seok Hoon harus melepas kakaknya.   

Han San mengomentari kalau hal hal seperti itu biasanya akan membuat pasangan berpisah. Hong Gyu berkomentar jika mereka memang terpisah maka yang harus mereka lakukan adalah menyatukan mereka kembali.

Han San Tanya bagaimana? Hog Gyu menjawab dengan kesal kalau semua ini karna Kang min Woo, mereka berdua harus menjelaskan kalau kakaknya Hong Joo adalah wanita polos sehingga kakaknya dan Seok Hoon bisa kembali bersatu.

Han San member nasehat pada Hong Gyu kalau dirinya adalah ahli dalam menemukan bukti bukti dari penipuan tapi hal yang tidak mungkin mereka temukan adalah  bukti bukti dari yang tidak menipu.

Hong gyu kesal dengan perkataan Han San berteriak tapi Han San mencoba untuk realistis kalau pun mereka menemukan bukti mereka tetap tidak akan bisa menyatukan orang yang sudah bercerai, intinya dirinya tidak ingin membantu Hong Gyu. Alasan mereka bercerai mungkin saja di mulai dengan satu alasan dengan menyertakan  Kang Min Woo tapi pada akhirnya alasan tersebut akan menjadi semakin bertambah menjadi 99 alasan lainnya, perceraian memang seperti itu, apa Hong Gyu tidak tau?




Hong joo menemukan sebuah dadu permainan ketika sedang membersihkan rumah, Hong joo mengambil dadu tersebut. Dadu tersebut mengingatkan dirinya dengan keakraban keluarganya ketika Seok Hoon masih disini. Seok Hoon dan ayahnya sering memainkan permainan ini bersama. Hong Joo juga ingat di depan permainan dadu ini juga dirinya menyampaikan pada sang ayah kalau dirinya dan Seok hoon sudah becerai, saat itu ayahnya begitu marah hingga melempar semua dadu tersbut dan sepertinya ini adalah salah satu dadu yang waktu itu di lempar oleh ayahnya.





Se Young, Seok Hoon dan Direktur Jo mengadakan rapat, Seok Hoon dan Direktur Jo memberikan saran mereka untuk membuat beberapa menu baru di ice cream mereka, mereka melakukan hal itu untuk mengambil pasar domestic tapi nampaknya Se Young tidak setuju karna itu artinya mungkin mereka hanya akan menguasai konsumen domestic bukan luar negri sedangkan mereka sudah merencanakan hal iini jauh seblum Ajin dan saat ini mereka malah ingin menyerah dan membiarkan Ajin untuk menguasai pasar ice cream sampai keluar negri? Se Young jelas menolak itu, ia sama sekali tdak mentolerirnya, meninggalkan Seok Hoon dan Direktur Jo disana.

Direktur Jo mengeluh kalau ia sudah bilangkan pada Seok Hoon kalau presdir mereka tidak akan menyukai ide ini, presdir mereka tidak akan mau kalah dengan Ajin.


 



Keesokan harinya Se Young akan melakukan aktifitasnya seperti biasa, berolahraga. Ponsel Se Young berbunyi dan itu dari Seok Hoon. Seok Hoon Tanya apa Se Young sudah bangun, Se Young komen apa Seok Hoon menelponnya hanya ingin membangunkannya? Seok Hoon menjawab kalau har ini adalah hari yang indah, bagaimana dengan lari di luar, Se Young kan bukan seekor hamster (hehhehe mungkin maksud Seok Hoon Se Young yang selalu olahraga lari di alat olahraganya tanpa keluar sama sekali dari apartemntnya, mungkin itu yang Seok Hoon sebut kalau Se Young seperti hamster) Se Young heran Seok HOON menyebutnya hamster, Se Young ingin marah tapi ia tahan dan mematikan ponselnya.

Se young akhirnya keluar dari apartementnya, Seok Hoon yang sudah menunggu di luar gedung ingin menyapa Se Young tapi yang ia dapat malah Se Young yang tidak mengubrisnya, pergi tanpa melirik kearah Seok Hoon.


 



Seok Hoon terus mengikuti Se Young yang mulai lari pagi, Seok hoon membuka pembicaraan kalau lari di luar enakkan? Bisa membuat kepala Se Young jadi cerah. Mendengar hal itu Se Young sama sekali tidak peduli, ia terus berlari tanpa menghiraukan Seok Hoon.

Seok Hoon menyerah mengikuti Se Young, lalu berteriak “Yoo Se Young”

Dan teriakan itu sukses bikin Se Young berhenti dan berbalik ngambek kearah Seok Hoon. Seok Hoon tersenyum menyusul Se Young dan berkata “bagus, kau menjawabnya” setelah mengatakan itu Seok Hoon melanjutkan larinya meninggalkan Se Young yang terheran heran.


 



Setelah selesai berlari Seok Hoon dan Se Young beristirahat, di saat mereka sedang bersantai Se Young cerita kalau Min Woo dari Ajin melakukan ini bukan hanya karna alasan bisnis melainkan karna Min Woo ingin membalas dendam atas kekalahan mereka dalam pengambil alihan hotel M.

Seok Hoon berkomentar kalau apa yang di katakana Se Young juga sedikit mirip dengan Se Young, Bukankah Se Young lebih marah karna harus kembali melawan Min Woo? Se Young menanggapi kalau yang memulai semua ini terlebih dahulu adalah Min Woo, ia hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk membela diri.

Seok Hoon berkata kalau Se Young tidak perlu masuk kedalam ring tanpa sarung tangan, hanya karna lawan Se Young yang bersikap keras. Se Young berkomentar kalau mereka mengembangkan pasar domestic bukankah sama saja menyerahkan sarung tangannya sendiri? Seok Hoon menjawab kalau melakukan hal ini karna

 


Se Young membuat kopi dari biji kopi yang Seok Hoon berikan tadi padanya, dan saat mencicipinya nampaknya Se Young menyukainya.

Se Young membuat Direktur Jo kaget dengan kedatangannya di akhir pekan, direktur Jo bertanya apa yang membawa Se Young datang kesini. Se Young tidak menjawab balik bertanya lalu apa yang Direktur Jo lakukan disini. Direktur Jo tersenyum mengatakan kalau dirinya datang kesini karna ingin menyemangati tim TF, mereka sudah bekerja keras. Sejak Manager Cha mengambil alih tim tersebut, tim TF terus bekerja keras itu semua dilakukan Manager Cha karna situasi yang krisis di perusahaan mereka.

Se Young memperhatikan Seok hoon yang sedang bekerja, disampingnya ada direktur Jo yang mendampingi. Se Young lalu meminta direktur Jo untuk memberitahukan Seok Hoon kalau ia mau mencoba iron fists, direktur Jo bingung apa maksud Se Young. Se Young hanya tersenyum mengatakan kalau Seok Hoon akan tau apa maksud dari semua itu.


 
 



Direktur Jo akhirnya memberitahukan semua itu pada Seok Hoon dan Seok Hoon yang mendapat berita tersebut tersenyum.


 



Ji Sun sengaja datang ke kantor Min Woo meskipun proses perceraian mereka sedang berlangsung. Kedatangan Ji Sun adalah karna dirinya ingin meminta lebih dari apa yang Min Woo berikan padanya. Satu bangunan tidaklah cukup untuk dirinya, dirinya ingin Min Woo membuatkan sebuah bangunan yang kecil menjadi sebuah mall di luar kota.

Min Woo mengejek apa Ji Sun sengaja melakukan ini sebelum mereka menandatangani surat yang terakhir. Ji Sun hanya tersenyum menjawab kalau Min Woo tau kan ia adalah perempuan yang rakus. Tidak cukup sampai disitu Ji Sun bahkan mengolok olok Min Woo tentang Hong Joo yang tampaknya sulit untuk Min Woo dapatkan, Min Woo harus berusaha lebih keras lagi.

Setelah mengatakan hal itu Ji Sun pergi meninggalkan Min Woo, sedangkan Min Woo seakan tidak percaya apa yang Ji Sun katakan padanya. Min Woo menoleh kearah Ji Sun sementara Ji Sun tersenyum melambaikan tangan mengejek.

 
 



Dirumah Hong Joo Nampak kesepian, dirinya hanya sendirian menonton tv tanpa hasrat apapun. Di tempat lain Seok Hoon sedang mempersentasikan rencana ice cream chain mereka yang berbeda dari brand yang lain.


 



Di saat Se Young berpapasan dengan Seok Hoon, Seok Hoon memberikan jempolnya untuk Se Young atas keputusan Se Young yang menyetujui rencananya. Se Young tersenyum dengan tingkah Seok hoon sekarang tapi senyum nya kemudian hilang seperti menyadari kalau semua ini salah.

Direktur Jo melapor pada Se Young kalau rencana tim TF untuk membuat menu baru ice cream chain sejauh ini berjalan lancar, semua anggota bekerja dengan keras dengan manager Cha sebagai penangggung jawab.

Se Young mengeluh kalau masalah mereka adalah keuangan. Direktur Jo menambahkan kalau Han Sung sudah menolak mereka begitu juga dengan Nae Il bank meskipun mereka tidak mengatakan mereka menolak tapi Nae Il Bank tidak menghubungi mereka kembali.

Se Young lalu memberi saran kalau mereka harus menghubungi bank bank luar negri. Direktur Jo meragukan, apa Se Young punya koneksi?





Se Young mencoba menghubungi salah satu temannya yang sedang berada di New York, dia adalah presdir Jang. Presdir Jang adalah mempunyai Bank investasi dan Se Young ingin membicarakan tentang meminjam uang.

Se Young menghubungi presdir jang melalui telpon saat dirinya membicarakan masalah meminjam uang, sepertnya ada sesuatu yang di tanyakan presdir Jang pada Se Young karna Se Young balik bertanya pada Presdir Jang “pertunangan?’



Se Young dan Se Jin sedang meletakkan barang belanjaan mereka di kulkas, sambil melakukannya keduanya

Se Jin meletakkan daging diantara makanan yang lainnya, Se Young yang melihat hal itu langsung mengambil daging tersebut mengatakan kalau letak daging bukan disana. Se Young meletakkan daging tersebut di sebuah tempat almunium, membuat sang adik Se Jin bertanya apa Se Jin juga memisahkan celana dalamnya berdasarkan warna?

Se Young cuek tidak menanggapi seakan menjawab kalau yag dikatakan Se Jin adalah benar. Se Jin yang melihat hal itu berdecak tidak percaya.






Se Young dan Se Jin sudah berada di ruang tengah, disana Se jin Tanya apa kakaknya akan datang ke pesta presdir Jang. Se Young menjawab tidak, Se Jin heran kenapa? Kan seharusnya kakaknya  membicarakan masalah keuangan disana.

Se Young tertawa bagaimana adik kecilnya ini bisa tau, Se Jin tertawa mengatakan kalau ia mendengar pembicaraan ayahnya.

Se Jin juga berkata kalau “wanita itu” khawatir pada Se Young yang belakangan ini banyak kehilangan berat badannya. Se Young mendelik pada Se Jin berkata untuk menjaga ucapan Se Jin ‘jangan panggil dia “wanita itu” ‘

Se Jin tidak peduli, ia malah kembali membahas msaalah keuangan perusahaan Se Young, jika Se Young datang ke pesta itu maka perusahaan Tae Sung akan membantu.

Dengan enggan Se Young berkata kalau itu adalah pesta pasangan, presdir Jung membawa tunanganya jadi tidak mungkin untuk dirinya tidak membawa pasangan.




Young Chul pulang kerumah dengan mengeluh, ia mengeluh kalau tim perusahaan merka sudah bekerja begitu keras tapi jalan masih saja sulit, tidak ada uang yang bisa mereka temukan bahkan presdir mereka pun harus berdiri di kakinya sendiri.

Setelah mengeluarkan unek uneknya Young Chul Tanya ke Seok Hoon yang sedari tadi ada disana, apa rencana menu baru mereka berjalan dengan lancar. Seok Hoon mengangguk mengatakan kalau semuanya memang berjalan lancar, mereka besok akan menemui para pegawai dan menannyai masalah selera pelanggan.

Seok Hoon nampaknya mengkhawatirkan Se Young karna saat ini dirinya mengirim pesan pada Se Young mengatakan kalau sekarang nampaknya Se Young sedang mencari bank investasi jadi apa yang bisa ia bantu.

Se Young tertawa membaca sms Seok hoon,lalu membalas kalau Seok Hoon adalah seorang manager yang sombong, jangan khawatirkan pekerjaan presdir.

Se Young menghirup aroma kopi buatannya lalu mengirim pesan singkat pada Seok Hoon “tapi kopinya enak, terima kasih” Seok Hoon yang membaca itu tertawa.






Hong Gyu berada di tempat kerja Se Jin, nampaknya ia sudah cukup lama berada disana. Hong gYu menemui Se Jin yang sedang bekerja, Se jin yang melihat Hong Gyu berdiri meminta Hong Gyu untuk menunggunya sebentar lagi karna setengah jam lagi dirinya akan selesa bekerja. Hong Gyu berkata kalau dirinya perlu menafkahi dirinya sendiri.

Dengan manja Se Jin berkata kalau seharusnya Hong Gyu mengambil libur satu hari saja untuk bersenang senang bersamanya.


Hong Gyu menceramahi Se Jin untuk bersikap dewasa, Hong Gyu lalu pura pura galak meminta Se Jin untuk tidak memakai rok dan pakaian yang pendek, Se Jin tau kan kalau AC dtempat ini mempunyai kualitas yang bagus, seru Hong Gyu memberi alasan.

Se Jin berbisik pada Hong Gyu kenapa? Apa Hong Gyu takut jika dirinya di lirik oleh pria lain, seru nya dengan manja. Hong Gyu tersenyum mengatkan kalau dirinya hanya takut jika Se Jin kena flu. Se Jin berkomentar kalau Hong Gyu begitu manis.
 
 
 
 


Hong Gyu melangkah keluar dari tempat itu dan tepat pada saat itu Seok Hoon keluar dari salah satu ruangan di tempat tersebut, keduanya sama sama tidak melihat. Yang membuat Seok Hoon kaget adalah keberadaan Se Jin disana, Se Jin juga terkejut lalu tersenyum. Sementara Seok Hoon akan buka mulut tapi segera di larang oleh Se Jin menggunakan tangannya, ia tidak boleh ketahuan disini.
 
 
 
Seok Hoon mencoba 3 ice cream yang diberikan Se Jin padanya, Se Jin berkata kalau ke 3 ice cream tersebut adalah penjualan terbaik mereka. Seok Hoon mengatakan kalau ice cream ini memang segar, ia lalu meminta tolong pada Se jin untuk memberkan opinnya tentang pemilihan ce cream oelh pelanggan, siapa yang memilih ice cream jika suatu pasangan atau keluarga datang kesini.

Se Jin lalu Tanya ke Seok Hoon bukankah sulit bekerja dengan kakaknya? Seok Hoon tersenyum mengatakan kalau pasti lebih sulit menjadi adik dari orang seperti Se Young.

“sangat, tidak bisakah kau tau hanya dari ini?” Se Jin memegang secuil baju kerjanya

Entah dari mana pikiran Se Jin tertuju pada pertanyaan apakah Seok Hoon sudah menikah atau masih lajang. Seok Hoon diam tidak menjawab, diamnya Seok Hoon membuat Se Jin menyimpulkan sendiri kalau Seok Hoon masih lajang karna saat ini dirinya meminta Seok Hoon untuk menyelamatkan Se Young meskipun hanya satu hari.

 
Di rumah Hong Joo mendapat kunjungan dari kantor Presdir Kang. Assisten tersebut membawa beberapa barang untuk Hong Joo, ia mengatakan kalau semua barang ini dari nyonya besar. Hong Joo mendesah kesal ia tidak suka dengan cara ibu Min Woo memperlakukannya, Hong Joo memnta orang tersebut untuk mengemblikan semua ini karna dirinya tidak membutuhkan semua itu.

Asistten tersebut mengatakan ia akan mendapat masalah jika ia membawanya kembali,

Pengacara Choi melapor perkembangan perusahaan Dong sung, pengacara Choi mengatakan kalau perusahaan Se Young menunda peluncuran mereka diluar negri, saat ini perusahaan Se Young lebih focus ke arah pengembangan menu menu baru untuk psar domestic.

Min Woo berfikiran kalau perusahaan Se Young berharap untuk mengamankan tempat mereka di pasar domestic, dan ini pasti rencana Cha Seok Hoon. Pengacara Choi menjawab kalau Se Young lah yang membuat keputusan finalnya.

Min Woo menyindir kalau saat ini Se Youg sedang di butakan oleh cinta, tidak bisa berfikir secara lurus, seperti kuliah di balik tirai. Se Young melakukan apapun yang di inginkan pria yang ia cinta untuk mendapatkan pria tersebut.

Pengacara Choi hanya berdehem, tidak member respon, nampaknya ia kurang menyetujui pendapat Min Woo.Min Woo meminta pengcara Choi keluar saat Hong JOo menelepon dirinya, Min Woo Nampak gembira. Min Woo meminta maaf pada Hong Joo karna kejadian waktu itu, seharusnya ia meminta maaf langsung waktu itu tapi Hong Joo menelpon bukan untuk mendengar hal tersebut, Hong Joo sengaja menelpon Min Woo untuk memberitahu kalau dirinya berada di dekat rumah Min Woo.

 
Kedatangan Hong Joo kerumah Min Woo bukan tanpa alasan, Hong Joo datang kesana untuk secara langsung mengembalikan barang barang yang diberikan ibu Min Woo padanya. Ibu Min Woo mencoba menjelaskan kalau dirinya memberkan semua hadiah ini untuk permintaan maaf jadi kenapa Hong Joo tidak menerimanya.

Hong joo mengatakan kalau semua barang ini terlalu berlebihan untuk nya, Ibu Min Woo berkomentar kalau Hong Joo tidak perlu secara langsung datang kesini untuk mengembalikan hadiah ini. Hong Joo beralasan kalau diirnya kesini juga untuk bertemu dengan Roy.

Ibu min Woo mengerti, sekali lagi ia meminta maaf pada Hong Joo karna awal pertemuan mereka ia begitu kasar terhadap Hong Joo. Ia melakukan semua itu karna di usia seperti ini a harus mengatatakan keuangan keluarga besar ini jadi sikap nya selalu curiga terhadap orang lain.

Nampaknya Roy sudah semakin dekat dengan Sung Ah, karna saat ini dirinya sudah bisa tertawa bermain bersama Sung Ah. Roy begitu gembira saat bertemu dengan Hong Joo, Roy bercerita kalau disini ia makan dengan banyak. Hong Joo gembira karna Roy bertmbah tinggi.

Hong Joo tidak hanya ramah pada Roy tapi juga Sung Ah, Hong Joo bahkan bertanya apa Sung Ah ini putrid Elsa atau Anna. Sung Ahh menjawab kalau dirinya putrid Anna meskipun baju putrid Elsa lebih indah.

Ibu Min Woo yang ada di sana hanya melihat ketiganya yang terlihat begitu akrab. Nampaknya ibu Min Woo suka dengan sikap Hong Joo yang begitu hangat.

 
 
Hong Joo, Roy dan Sung Ah bermain di taman, mereka semua asik mengambar. Yoon Ah baru saja pulang dari sekolahnya melihat Hong Joo dengan tajam, Hong Joo mencoba menyapa Yoon Ah dengan hangat tapi jawaban Yoon Ah sangat singkat “aku membencimu” lalu pergi dari sana.




Min Woo pulang kerumah layaknya sebuah keluarga kecil, Min Woo disambut oleh kedua anaknya untuk melihat hasil karya mereka di damping Hong Joo.

Min Woo mengantar Hong Joo pulang, dalam perjalanan Min Woo membuka pemibcaraan di antara keduanya bahwa hong Joo adalah orang yang mengejutkan. Min Woo tidak menyangka jika Hong Joo akan datang kerumahnya.

Hong Joo mengatakan kalau semua yang diberikan ibu Min Woo terlalu banyak untuk nya ia tidak bisa menerima.

Min Woo lalu Tanya ke Hong Joo apa Hong Joo menerima permintaan maaf dari ibunya, Hong Joo mengangguk. Min Woo menjelaskan kalau ibunya tidak pernah meminta maaf pada orang lain jadi ia pikir ibunya past menyukai Hong Joo. Dan mungkin ini memang terdengar aneh tapi ketika ia melihat Hong Joo bersama dengan anak anaknnya di halaman tadi jantungnya melompat, rasanya seolah olah Hong Joo sudah lama berada di sana “kau terlihat nyaman dan alami”.

Hong Joo tidak menanggapi perkataan Min Woo, ia hanya tersenyum. Min Woo jadi salah tingkah, ia berkata pada Hong Joo kalau sekarang Hong Joo membuatnya gugup. Hong Joo heran, kenapa?

“biasanya kau mengatakan ‘kau salah paham terhadapku, ini tidak seperti yang kau pikirkan.’ Seharusnya kau bicara seperti biasanya”

Hong Joo tertawa menanggapi kalau dirinya merindukan Roy dan lagi ia baru menyadari kalau selama ini bukan dirinya yang menjaga Roy tapi Roy lah yang menemannya saat ia kesepian dan mengalami masa masa sulit.

Min Woo mengajak Hong Joo ke kedai kopi disana Min Woo meminta Hong Joo untuk menemaninya dalam satu acara karna jika ia tidak hadir ia akan kena pinalti dan dalam acara ini ia harus membawa pasanagan.

Min Woo tdak mendapat jawaban dari Hong Joo membuat Min Woo berfikir apa Hong Joo masih terganggu dengan Seok Hoon, Seok Hoon baru saja datang baru baru ini, apa Hong Joo tidak tau, seru Min Woo ketika melihat reaksi yang diberikan Hong Joo.

Hong Joo tertawa aneh mengtakan kalau dirinya da Seok Hoon tidak ada lagi hubgungan jadi tidak ada alasan bagi mereka berdua untuk saling menghubungi. Min Woo Tanya apa Hong Joo masih ingin kembali bersama dengan Seok Hoon? Hong Jooo menjawab kalau yang meminta putus adalah dirinya, Seok Hoon bahkan ingin mmepertahankan hubungan mereka hingga akhir jadi tidak ada alasan untuknya untuk marah, tapi sampai saat ini ia masih begitu marah dengan wanita tersebut.
 “Dia begitu sombong, kasar, dan kejam. Mungkin kami tidak akan bertemu lagi tapi aku akan menyalahkan dan membenci wanita itu samppai aku mati”

Pagi hari Se Young sudah bersiap siap untuk perggi, Se Young terus melihat ponselnya begitu ponselnya bordering Se Young langsung mengangkatnya dengan gembira karna telpon tersebut dari Seok Hoon.

Seok Hoon dan Se Young kembali olahraga bersama dan duduk di tempat yang sama seperti waktu itu dan lagi lagi membahas masalah pekerjaan. Se Young berharap dengan iklan produk baru mereka, mereka akan mendapat banyak keuntungan ketika meluncurkannya dan yang paling penting dengan hal itu mereka bisa membuat Ajin terpojok.

Seok Hoon lalu Tanya apa masalah keuangan perusahaan mereka sudah selesai, ia dengar Se Young akan menghadiri acara teman Se Young yang dari bank investasi, jika memang begitu mari selesai kan bersama sama. Se Young heran bagaimana bisa Seok Hoon tau hal ini, apa Seok Hoon secara illegal menyadap ponselnya?

Seok Hoon teratwa menjawab kalau dirinya mendapatkan informasi ini secara legal dari adik Se Young. Se Young tertawa mengatakan untuk tidak mengkhawatirkan hal itu kaarna ia tidak akan pergi.
Seok Hoon membujuk Se Young untuk datang, anggap saja kalau dirinya ini asisten Se Young dimalam hri. Se Young Nampak tidak setuju karna disana kebanyakan orang kaya dan mereka bangga siapa diri mereka, ia takut jika Seok Hoon akan merasa tidak nyaman.

Seok Hoon berkata sebenarnya dirinya akan merasa tidak nyaman hanya 50%, dirinya memang tidak kaya tapi ia bangga dengan siapa dirinya sendiri jadi jika Se Young menolak itu tidak masalah.

Se Young tertawa apa Seok Hoon bermeditasi di brazil? Seok Hoon membenarkan kalau bisa di sebut meditasi hanya dengan memikirkan satu hal.

Seok Hoon lalu berdiri berkata pada Se Young kalau ia duluan kembali kesini ia akan ikut, Se Young tertawa lalu menyusul Seok Hoon untuk ikut bersama.
Di rumah Hong Joo sedang memilih milih baju memutuskan mana pakaian yang pantas ia pakai. Ditempat lain Seok Hoon sudah menunggu Se Young di luar gedung, saat Se Young keluar keduanya sama sama mengaggumi penampilan satu sama lainnya.

Seok Hoon membukakkan pintu bagian tengah mobil untuk Se Young tapi Se Young tidak bergerak untuk masuk, Seok Hoon ber-ahhhhhh ria mengetahui maksud Se Young. Seok Hoon lalu membuka pintu bagian depan dan langsung mendapat senyum dari Se Young.

Pada akhirnya Hong Joo keluar rumah dengan pakaian yang ia pakai untuk menemui Min Woo, Min Woo tersenyum melihat Hong Joo, seperti sudah menebak Min Woo langsung membuka pintu mobilnya dan mengambil sebuah bingikisan untuk diberikan pada Hong Joo.

Ditempat lain Seok Hoon membantu Se Young mengenakan safebelt nya, SE Young lalu memberikan sebuah hadiah untuk Seok Hoon. Se Young beralasan klau sebenarnya jam tersbut untuk ayahnya tapi ayahnya tidak mau karna jam tersebut terlihat begitu muda, ia tidak ingin mengembalikannya jadi ia berikan saja pada Seok Hoon jka Seok Hoon mau.

Seok Hoon mengambil jam itu lalu memakainya, Se Young melirik dengan malu malu saat jam itu terpasang indah di tangan Seok Hoon, mengatakan agar Seok Hoon tidak salah paham terhadapnya karna jam itu untuk kopi yang diberikan Seok Hoon padanya. Seok Hoon tersenyum emngatakan kalau dirinya sudah untung besar.
Didalam mobil Min Woo senyum sumringah terusa saja terpancar,  sat di pesta pun juga begitu, meskipun teman temannya terus mengajaknya bergurau tapi Min Woo terus tersnyum karna disampingnya ada Hong Joo.

Min Woo meminta Hong Joo untuk bersama dengannya satu jam saja, meskipun itu membosankan. Hong Joo tersnyum mengangguk.

Seok Hoon dan Se Young baru saja sampai di pesta sebelum masuk Se Young mengatakan pada Seok Hoon kalau Seok Hoon mungkin saja tidak menyukai presdir Jang Tae Sung menurut standar Seok Hoon. Seok Hoon berkata kalau mereka kesini untuk meminjam uang bukan untuk menghakimi oaring jadi lebh baik Se Young berhati hati dengan cara memannggilnya saat mereka sudah masuk. Se Young bingung, Seok Hoon menjelaskan untuk menghilangkan nama keluarganya “tuan Seok Hoon”

Seok Hoon meminta Se Young untuk mencpobanya, Se Young rada malu, apa harus sekarang. Seok Hoon lalu berkata ubung macht den meister itu adaah ungkapan lama jerman yang artinya berlatih untuk sempurna. Seok Hoon lalu memanggil Se Young dengan hanya menyebut “Se Young”tanpa menggunakan nama depan, Se Young lalu mencoba mengatakan “Seok Hoon “tanpa Cha.

Seok Hoon tersneyum lalu merenggangkan tangannya lalu mengandeng Se Young. Keduanya masuk bersama disana mereka lebih Nampak seperti pasangan yang baru saja menikah dan sekrang menghampiri semua para tamu mereka.

Se Young menghampiri salah satu tamu disana dan tanpa mereka sadari mereka melewati Hong Joo dan Min Woo yang juga berada disana. Pertama kali yang menyadari kehadiran satu sama lain adalah Hong Joo, Hong Joo diam mematung saat melihat mantan suaminya bersama Se Young.

Lanjut ke Seok Hoon yang melihat juga kaget karna Hong Joo datang dengan Min Woo, Se Youg dan Min Woo akhirnya juga menyadari kehadiran masing masing. Hong Joo tidak ahan berlari keluar, Min Woo mengejar. Sementara Seok Hoon hanya melihat Hong Joo yang dikejar oleh Min Woo, Se Youk ng menatap Seok Hoon bertanya apa Seok Hoon baik baik saja? Seok Hoon hanya menjawab kalau mereka masoh harus bertemu dengan presdir jang.

Min Woo mencoba menghentikan Hong Joo tapi Hong Joo terlalu marah pda Min Woo, ia yakin kalau Min Woo mengetahui kalau “wanita itu” akan datang bersama Seok Hoon. Min Woo diam saja ia mencoba mengehntikan Hong Joo yang akan melarikan diri, wanita sombong dan kasar sedang berada di bawah sana bersama dengan Seok Hoon. Jadi Hong JOo bisa menyapa mereka ataupun mengutuk mereka, jangan melarikan diri dan hadapi mereka. Apa Hong Joo akan terus melarikan diri dan membenci seseorang selam hidup Hong Joo?

Tolong ijinkan ia membantu Hong Joo, tapi pertama tama Hong Joo harus percaya diri ucap Min Woo berusaha meyakinkan Hong JOo dengan mengenggam tangannya. Hong Joo tidak peduli ia menarik tangannya dari Mn Woo, berlari dari sana. Min Woo sepertinya kecewa sedangkan Hong Joo diam diri berusaha menguatkan dirinya lalu berbalik mengtakan pada Min Woo kalau ia ingin pergi dan menyapa.

Hong Joo benar benar pergi untuk menemui Seok Hoon dan Se Young, disana dengan percaya diri Hong Joo bertanya bagaimana perjalanan SeOK Hoon ke brazil, Seok Hoon mengangguk menjawab kalau Se young terlihat baik.

Hong Joo berbalik menatap Se Young dengan sinis bertanya apa Se Young terkejut melhatnya. Se Young tersnyum menjawab sedikit lalu melirik Min Woo mengatakn kalau Min Woo pasti sudah tau kalau dirinya akan datang.

Min Woo menjawab kalau ia tidak tau kalau Seok Hoon juga ikut, Seok Hoon berusaha membela Se Young kalau dirinya lah yang ingin ikut, ia penasaran ingin tau apa yang orang orang kelas tinggi bicarakan. Min Woo menjawab kalau mereka membicarakan tentang wanita, uang dan rumor buruk, hal yang sama yang Seok Hoon bicarakan dengan teman temannya.

Seok Hoon tersenyum menjawab tidak karna teman temannya berdebat tentang kedamaian, lingkungan hal hal yang seperti itu. Min Woo menjawab ocehan Seok Hoon kalau dirinya juga ingin melakukan hal itu. Hong JOO sudah tidak tahan, ia memegang tangan Min Woo mengajaknya untuk pergi dari sana.

Sebelum pergi Min Woo mengucapkan selamat bersenang senang pada Se Young begitu juga sebaliknya.

Se Young dan Seok Hoon datang pada pertmuan yang nampaknya Cuma dihadiri tamu tamu penting. Disana Se Young member selamat pda presdir Jang atas pertunagannya. Se Young juga memperkenalkan Seok Hoon sebagai manager tim TF mereka dan sealiknya memperkenalkan presdir Jang pada Seok Hoon sebgaia manager nasional dari bank Nae Il korea.

Diantara tamu tamu tersebut ada Min Woo dan Hong Joo. Presdir Jang membuka pembicaraan denan mengatakan kalau dirinya dengar kalau Min Woo dan Se Young sedang bertarung darah. Min Woo mengelak ada apa dengan presdir Jang, ia lah yang kalah dalam pengambil alihan hotel M, ia lah korbannya.

Se Young tidak mau kalah ia meminta Min Woo untuk tidak cengeng. Presdir jang lalu memperkenalkan Hong Joo pda Se Young yang baru datang, seperti baru pertama kali bertemu Se Young dan Hong Joo memperkenalkan diri masing masing.

Beberapa tamu berkomenttar saying pda Seok Hoon yang hanya seorang karyawan, seorang lainnya lagi berkata memangnya kenapa kalau dia seorang karyawan, memangnya dia tidak boleh mengencani karyawannya. Seorang lagi berkata apa itu sebbabnya presdir Jung selalu berganti sekertaris setiap 3 bulan. Semua tertawa mendengar hal itu, lalu agar tidak terjadi kesalahpahaman antara Seok Hoon dan Hong Joo yang baru disana, presdir Jung menjelaskan kalau mereka semua ini adalah teman dekat jadi ia meminta maaf jika ini membuat keduanya terganggu.

Hong Joo menawab untuk tidak khawatir padanya, ia bersenang senang. Ia hanya punya pertanyaan. “presdir Yoo. Aku ingin mennayakan ini padamu seandaianya aku bertemu langsung denganmu. Aku mendengar rumor yang aneh tentangmu”

“rumor?”seru Se Young

“bahwa kau menggoda seorang pria yang sudah menikah dan membuat pernikahannya berakhir” ujar Hong Joo berapi api.

Se Young cemas tidak bergerak dari tempat duduknya sementara Seok Hoon Nampak menahan marah, semua orang yang ada disana Nampak tidak enak. Min Woo berusaha menegur Hong Joo. Hong Joo tertawa raut wajahnya kembali berubah hangat dan berkata kalau rumor tersebut seperti omong kosong untuknya jadi ia tidak akan mempercayai hal itu.”aku bertanya Tanya apakah orang yang datang bersamamu hari ini adalah pria yang terlibat dalam rumor itu” ujar Hong Joo tajam sambil emnatap Seok Hoon.

Se Young gelagapan tangannya gemetar berusaha mengontrol dirinya, Seok Hoon melihat halite dan Min Woo juga terlihat melihat Se Young sedih?

Se YOUNG kemudian menjawab “entahlah…. Rumor itu…….”ujar Se Young gemetaran.
Seok Hoon memegang tangan Se Young yang gemetar gentian menjawab “itu benar. Aku pria dalam rumor itu”aku Seok Hoon membuat semuanya terkejut.