Kamis, 14 Agustus 2014

Sinopsis Temptation Episode 8

Seok Hoon yang mendapat kabar dari Young Chul tentang istrinya yang sedang bersama Min Woo tanpa pikir panjang langsung kearah hotel dimana Min Woo dan Hong Joo berada disana.

Dikamar Min Woo menelpon meminta tolong pada sekertarisnya untuk membawakan nya bebarapa obat sakit kepala. sek. Min Woo sepertinya bertanya mengapa ia yang harus membelinya karna Min Woo menjawab yang memerlukan ini adalah seorang wanita.

Min Woo mengakhiri panggilan tersebut dan nampak cemas karna dari arah toilet terdengar suara Hong Joo yang terus terusan muntah.


Sementara di lift pikiran Seok Hoon sudah kemana mana, rasa rasanya Lift yang membawa dirinya begitu lamban berjalan.
 
Min Woo yang cemas berusaha mendekat kearah toilet menanyakan apa Hong Joo baik baik saja, apa dirinya perlu masuk dan membantu Hong Joo. Hong Joo melarang karna hal itu malah akan membuatnya malu.

Dari arah pintu terdengar pintu yang di gedor dengan kencang. Min Woo yang mendengar hal itu mengira kalau yang mengedor pintu adalah asistennya.
Tapi saat pintu dibuka yang muncul adalah wajah Seok hoon. Min Woo kaget tidak bergeming melihat Seok Hoon yang pada saat itu bisa ada di sana. Seok hoon tidak memperdulikan Min Woo langsung menerobos.
 
 

Hong Joo yang baru saja keluar dari toilet menatap Seok Hoon, Seok Hoon mengahmpiri Hong Joo. seperti baru melihat teman lama Hong joo menyapa Seok hoon "lama tidakbertemu". Seok Hoon heran dengan jawaban Hong joo.

Hong Joo menjawab apa sekarang Sok Hoon menguntit istrinya? Seok Hoon kesal mengoyangkan tubuh Hong joo"Na Hong Joo, apa kau sudah gila?" teriak Seok hoon frustasi.

Hong joo melawan ia berkata pada Seok hoon untuk tidak berteriak padanya, itu membuat kepalanya kembali sakit. Hong Joo lalu berjalan kearah tempat tidur merasakan kepalanya yang sakit lalu bertanya bagaimana bisa Seok Hoon menemukannya disini.
 

Seok Hoon tidak menjawab hanya menatap Hong Joo. Min Woo maju untuk menjelaskan kalau Seok Hoon harus mengerti karna Hong Joo sedang  mengalami masa sulit. Seok Hoon tidak suka Min Woo yangikut campur maka dari itu Seok Hoon meminta Min Woo untuk diam dan menyingkir jika Min Woo memang tidak sedang berusaha untuk memulai sesuatu.

Min Woo menjawab kaalu dirinya tidak bisa pergi dari sini karna jika dia pergi begitu saja dalam situasi seperti ini maka ia akan disebut sebagai sampah. Swok hoon diam menahan kesal tapi jari jarinya sudah mengepal.


Hong Joo berusaha membela Min Woo kalau dirnya lah yang memanggil Min Woo, Hong Joo merasa di buang dan perasaannya buruk makanya ia memanggil Tuan Min Woo untuk curhat, "tuan "Min Woo tidak salah apapun.

Seok hoon tidak suka dengan sebutan Hong Joo pada Min Woo,  Hong Joo berdiri tidak suka dengan kometar Seok Hoon, mendekati Seok Hoon.
 

Hong Joo tanya bagaimana Seok Hoon tau dia disini, apa Min Woo juga sedang membuka kamar dengannya (Se Young)? "Suamiku yang tampan berapa banyak dia memberimu kali ini? 1 milyar won? 2 milyar won?" tawa Hong joo.

Seok hoon mencoba menenangkan Hong joo meminta Hong Joo untuk segera sadar dari mabuknya. Hong joo malah tertawa lalu seketika berubah sedih. "Maafkan aku Seok hoon. Aku sudah berusaha mengoda pria ini tapi bahkan dia tidak mau membayarku sebanyak itu" tangis Hong Joo

Seok Hoon diam hanya melirik Min Woo, tangis Hong Joo berubah tajam "wanita itu pasti benar benar menyukaimu, bukankah begitu?" tanya Hong Joo frustasi

Seok Hoon yang sedari tadi memegangi tangan Hong Joo berusaha membuat Hong Joo sadar tapi Hong joo sudah begitu terluka, Hong Joo menghempaskan tangan Seok Hoon yang menggenggam tangannya."pergilah padanya jika kau mau, aku akan melepaskanmu"pasrah Hong Joo lalu membelakangi, menjauh dari Seok Hoon.
 
 

Seok hoon menatap Hong Joo sedih, seakan sudah menyerah bukannya mengahmpri Hong Joo memberi penjelasan Seok Hoon malah pergi dari sana tanpa kata kata. Min Woo yang ada di antara keduanya bingung antara ingin mengejar Seok Hoon atau berada disni  disamping Hong Joo.

Min Woo lalu memilih untuk pergi mengejar Seok Hoon dan meminta asistennya yang baru datang untuk menjaga Hong Joo.

Min Woo menghentikan mobil Seok Hoon yang melaju dengan berada di depannya, Min Woo meminta Seok Hoon untuk tidak pergi seperti ini karna hal ini hanya akan membuat  Hong joo tambah terluka.

Seok Hoon tidak mau peduli ia sudah bilangkan pada Min Woo untuk tidak mencampuri urusan mereka dan tutup mulut Min Woo. min Woo berusaha mengalah ia akan pergi dan tidak akan mencampuri urusan mereka berdua tapi Seok Hoon harus kembali ke Hong Joo bicara dan beri penjelasan atau apapun yang mereka butuhkan.

Seok Hoon masih diam saja tidak menanggapi sememtara Min Woo berusaha meyakinkan Seok hoon. Seok Hoon sepertinya tidak peduli lagi ia malah mengalihkan pembicaraan dengan memberitahu Min Woo kalau Presdir Du yang Min Woo temui bukanlah presdir Du yang asli, Min Woo bingung apa maksud Seok hoon.

Seok hoon memberikan kartu nama berlogo tato Jelai pada Min Woo memberitahu kalauMin Woo bisa menghubungi Presdir Du melalui kontak itu, ini semua ia lakukan untuk membalas kebaikan Min Woo, setelah mengatakan hal itu Seok Hoon pergi.
 
 
 

Min Woo kembali ke kamar dimana Hong Jooberada. Min Woo mencoba bicara pada Hong Joo kenapa Hong Joo melakukan hal itu tadi,apa harus Hong Joo mengatakan hal sekasar tadi?

Hong Joo yang seperti tidak mempunyai daya lagi hanya menjawab kalau begitu apa yang seharusnya dikatakan? "maaf Seok Hoon. Jangan salah paham terhadapku. Maaf, aku minum minum dengan pria lain. apa kau tidak berfikir kalau aku mengatakan hal itu juga akan menyebabkan masalah?"tanya Hong joo

"Dia perlu lebih menderita, dia perlu merasa malu, sengsara dan lebih menderita. dia perlu menderita setidaknya separuh yang sudah kualami"
 

Seok hoon pergi ke sungai Han mencoba menenangkan pikirannya tapi perkataan Hong Joo terus tergiang di otaknya berapa banyak dia membayarmu kali ini? 1 milyar won? 2 milyar won? wanita itu pasti benar benar menyukaimu.

Seok Hoon di sadarkan oleh bunyi dering telpon miliknya dan itu telpon dari Se young yang menanyakan ada bagian yang hilang mengenai penjelasan  tambahan visi merek mereka dan itu bukan bagian yang sudah mereka konfirmasi minggu lalu dan ia yakin ia sudah meminta SeokHoon untuk memperbaikinya sebelum negosisasi.

Seok Hoon diam tidak menajwab, Se Young yang tidak mendapat jawaban dari Seok Hoon khawatir apa sudah terjadi sesuatu. Seok Hoon mejawab tidak dan berjanji pada Se Young akan memberikannya pada Se Young besok. 

Setelah itu Sek Hoon tanya apa ada yang lain? kini gantian Se Young yang diam dan membuat Seok Hoon harus memanggil Se Young untuk menyadarkannya. Se Young menjawab tidak ada lalu mematikan ponselnya.

Seok Hoon masih berada di pinggir sungai Han menatap cincin yang ada di jarinya, hancur.
 
 

Min Woo mengantar Hong Joo pulang saat keduanya akan berpisah Min Woo berterima kasih pada Hong Joo untuk hari ini karna hari ini Hong Joo memikirkannya sebagai orang pertama untuk di hubungi ketika Hong Joo sedang merasa sedih. Hong Joo merasa malu karna dirinya sudah menampilkan sisi buruknya di hadapan Min Woo, lain kali itu tidak akan terjadi lagi.

Hong Gyu yang sedang berada di luar tanpa sengaja melihat keduannya dan pikiran buruk langsung masuk ke otaknya.
 

Di rumah Hong Gyu langsung mengedor dengan keras pintu kamar kakaknya memarahainya bukankah pria yang mengantar Hong Joo tadi Min Woo? Hong Gyu marah apa yang sedang kakaknya pikirkan apa kakaknya ini gila? bagaimana jika suami kakaknya tau tentang hal ini.

hONG Joo tau arah pembicaraan Hong Gyu dengan tidak bersemangat Hong Joo menutup pintu kamarnya, tidak ingin peduli. Hong Gyu kesal tidak terima, ia kesal karna kakaknya sepertinya mulai melirik pria lain sementara kakaknya sudah memeliki suami(emmmm belum tau aja sieHong Gyu kejadian yang sebenarnya)

Ayah kelaur adari kamarnya ketika mendengar ribut ribut, Hong Gyu yang masih kesal terus mengedor pintu kamar Hong Joo. sementara Hong Joo yang berada di dalam berusaha menutup telingganya, bersembunyi di balik selimut. ayah yang tau duduk permasalahannya berusaha menenangkan Hong Gyu memintanya untuk tidak menganggu kakaknya.
 

Se Young dan temannya makan siang bersama, disana teman Se Young yang juga seorang dokter mengomeli Se Young yang tidak bisa meluangkan waktunya 1 jam saja untuk mengurusi tubuhnya, hanya perlu 40 menit perjalanan dan 20 menit untuk check up.

Se Young yang tidak tahan dengan omelan temannya lalu berjanji kalau jam 11 ia akan melakukan itu semua. teman Se young tentu saja senang mendengar hal itu. teman Se Young yang tau kalau Se young masih jomblo menyodorkan seseorang pada Se young. 

Dan  Se young tau siapa orang itu, "ah pemilik tanah di amerika?" Teman Se Young menambahkan kalau pria itu bukan saja pemilik tanah, untuk berkeliling perkebunanya saja mereka harus menggunakan helikoter selama 3 jam,

Teman Se Young berusaha meyakinkan Se Young untuk menemui pria tersebut jika saja Se Young mengatakan "iya" untuk bertemu maka pria tersebut akan langsung terbang dengan pesawat pribadinya.

Se young tersenyum melihat sahabtanya ini begitu ngotot ingin memperkenalkannya, tapi jawaban Se Young tidak. Teman Se Young berfikir kalau semua ini tentang Se Young yang kemungkinan tidak bisa memiliki anak tapi Se Young mengeleng bukan karna itu.

Se young akhirnya jujur kalau dirinya saat ini sedang menyukai orang lain, awalnya teman Se Young tidak perccaya ini pasti akal akalan Se Young saja untuk menolak pria itu. Se Young mengeleng dan meyakinkan kalau dirinya memang sedang menyukai seseorang.

Se young jujur kalau dirinya sudah di tolak setelah menyatakan perasaaannya. Teman Se young tentu saja kaget orang seperti Se young yang sudah seperti emas dan berlian di tolak? seberapa kaya pria itu hingga mengecewakan Se Young?

Se young hanya tersenyum mendengar komentar tersebut, mengatakan kalau pria tersebut tidak banyak uang. Temn Se Young heran lalu? apa dia tampan seperti patung? tanya nya lagi antusias.

Se Young hanya tersenyum mengatakan kalau pria ini memang tampan tapi tidak seektrim itu. Teman Se young menyerah lalu pekerjaanya apa?  Se young dengan santai bilang kalau pria itu hanya pegawai kontrak di perusahaannya dan otomatis jawaban itu membuat teman Se young kaget tak menyangka.

Teman Se Young heran pria ini tidak kaya, tidak juga tampan dan juga hanya pegwai Se Young tapi mengapa pria tersebut malah mengecewakan Se young?

"Dia sudah menikah dan sangat mencintai istrinya jadi dia tidak bisa menerima perasaanku" aku Se young.

Se Young juga berkata kalau dirinya lega setelah di tolak karna pemikirannya tentang pria tersebut benar, pria itu tidak plin plan.
 
Teman Se Young yang tadinya begitu antusias sekarang benar benar keras menolak, ia berkata kalau semua yang dikatakan Se Young salah, jangan pernah mencoba memikirkan hal itu, jangan memimpikannya meskipun selintas "Kau akan mengancurkan sebuah keluarga!! kau tidak bisa menyebut itu sebagai cinta sejati."

Se Young berusaha membuat Myung Hwa mengerti tapi Myung Hwa tetap menjawab tidak, tidak berarti tidak. 

"ini adalah cinta pertamaku. aku akan terluka saat aku layak mendapatkan itu tapi bisakah aku menikmatinya sedikit?"
 

Se Young kembali ke kantor dan melanjutkan rapat mereka tentang apa yang harus mereka lakukan saat bertemu dengan Tim Eksekutif Presdir Du nantinya, semua orang serius membahas masalah ini sementara SeoK Hoon hanya melamun melihat kearah Se Young.

Di akhir pertemuan saat semua orang sudah keluar, Seok hoon menunggui Se young.

 
 

Itu semua karna Seok Hoon sudah mempersiapkan surat pengunduran dirinya. Se Young membaca surat pengunduran diri dari Seok Hoon. Se Young berkomentar kalau surat pengunduran diri ini begitu formal padahal Seok Hoon hanya pegawai kontrak.

Seok hoon berusaha menjelaskan kalau dirinya hanya berusaha menuruti apa kemauan Se young  bahwa perusahaan ini mempunyai aturan dan kewajiban.
 
Seok Hoon juga mengatakan kalau dirinya akan mengatakan pada Young Chul tentang pengunduran dirinya setelah negosiasi dengan Presdir Du terjadi. Se Young yang mendengar hal itu berkata apa Seok Hoon memberikan surat pengunduran diriny ini padanya sekarang karna mungkin sja Seok Hoon akan berubah pikiran?

Seok Hoon diam tidak menjawab. Se Young lalu berkata kalau sejujurnya dirinya sedih. tadinya ia sedang memikirkan posisi yang tepat untuk Seok hoon, tadinya setelah negosiasi selesai ia berencana untuk mempromisikan Young Chul/manager Joo menjadi kepala di kantor cabang, kemudian ia akan menawarkan pada Seok Hoon posisi manager untuk sektor management.

Seok Hoon mengaku kalau dirinya juga merasa sedih tapi ia merasa tidak cukup kompeten untuk mencapai ekspetasi Se Young.

Se Young berkata kalau ini bukan karna kecakapan Seok Hoon "bekerja denganku sangat menganggumu dan terlalu tidak nyaman. bukankah itu alasan sebenarnya mengapa Seok Hoon mengundurkan diri?"

Seok hoon menyangkal kalau alasan dirinya mengundurkan diri tidak ada hubungannya dengan Se Young. "aku memulai disini untuk melakukan apa yang aku bisa demi Hong Joo tapi aku tidak bisa membuat diriku masuk ke masalah yang lebih banyak. aku harus mengeluarkan diriku dari itu sebelum terlambat."

Setelah emngatakan hal itu Seok Hoon mengatakan selamat tinggal dan pamit tapi langkahnya terhenti karna Se Young memanggilnya. Se Young tanya apa Seok Hoon menyalahkannya? Seok Hoon berkata jujur kalau dulu memang ia menyalahkan Se Young tapi sekarang tidak lagi. "aku sudah bilang padmu. aku juga menyukaimu"(aisshhh Seok hoon geregetan dehhhhh)

"cinta lebih dari pada ambisi. aku akan menghormati keputusanmu"

 
 

Hong Gyu sedang bersama Se Jin saat dirinya membahas tentang apa yang ialihat semalam, Hong Gyu bingung anatra mengatakan hal ini dulu pada kakaknya atau kakak iparnya terlebih dahulu. atau malah lebih baik dirinya menelpon sie playboy itu (Min Woo) lalu menendangnya ke angkasa "Bammmm" ujar Hong Gyu mencontohkan sambil melayangkan tangannya di udara.

Se Jin yang ada di sana menanggapi,

"Nuna? ..Salah" Se Jin menyilangkan jarinya ke arah Hong Gyu

"mengenai kakak iparmu?.... salah" seru Se Jin lagi sambil menyilangkan jarinya

"mengenai playboy itu..... salah" seru Se Jin sekali lagi

 Hong gyu heran memangnya kenapa?

Se Jin memberi nasehat untuk tidak mencampuri urusan cinta orang lain. Hong gyu bilang kalau kakaknya bukan orang lain tapi keluarganya.

Se Jin masih tidak setuju, katakan saja mereka pacaran dan kakak Hong Gyu mulai ribut,, lalu apakah Hong Gyu akan berterima kasih atasperhatian kakaknya tersebut karna kakaknya aalah keluarga?
 
 
 
Hong gyu menanggapi dengan santai kalau itu cerita yang berbeda tapi begitu Hong Gyu bisa mencerna apa yang Se Jin katakan dan jwabannya Hong Gyu balik tanya siapa pacaran dengan siapa?

Se Jin dengan percaya diri menjawab "kau dan aku" jawab Se Jin dengan manja

Hong gyu memberi saran agar Se Jin tes narkoba, Se Jin ini tidak normal. Se Jin menanggapi dengan serius ucapan Hong gyu "Aku yakin akan positif padaku. aku telah kecanduan pada "minuman keras Hong Gyu"

Hong Gyu menanggapi omongan Se Jin dengan menyebut Se Jin sebegai wanita gila.

 
 
 

Saat Hong Gyu akan pergi Se Jin berkomentar apa Hong gyu tidak merasa aneh, kakak Hong Gyu tidak tau dimana suaminya berada ketika di kota lain, apa ini bukan berarti mereka ingin pisah rumah? mendnegar hal itu Hong Gyu kaget.
 

Hong Joo mendapat telpon dari Roy, Roy mengabaarkan dengan sedih meminta maaf karna bunga yang di berikan Hong joo masuk surga, Roy juga bercerita kalau dirinya sedih di rumah yang sebesar ini tidak ada Hong joo di dekatnya.

Hong Joo berusaha menghibur kalau disana ada nenek Roy dan kakak kakaknya. Roy yang mendengar hal itu lalu bercerita kalau bunganya mati itu semua karna kakaknya. kakaknya melakukan hal itu dengan sengaja.
 

Yoon Ah yang merasa dirinya di bicarakan langsung muncul di hadapan Roy menanyakan siapa yang ada di telpon. Roy menajwab kalau dia sedang menelpon ahjumma nya(Hong Joo) Yoon Ah yang merasa kalau Roy sedang mengadu berkata dengan lantang kalau dirinya tidak takut.

Roy balik melawan mengatakan kalau dirinya juga tidak takut dengan kakaknya, Yoon Ah kesal apa Roy akan bersikap begini pada kakaknya, apa Roy mau di pukul?

Hong Joo khawatir mendengar percakapan keduanya dan berusaha memanggil Ry tapi yang ada Roy mematikan telponnya.

Keduanya saling adu tatap menatap, mereka membuka mata mereka lebar lebar melotot tidak ada yang mau mengalah. Sang nenek datang mencoba melerai tapi yang terjadi bukan seperti itu, nenek malah mengatai Yoon Ah yang sangat mirip kelakuannya dengan ibunya. Yoon Ah yang di katai seperti itu tidak terima dan pergi dari sana.

Nenek dengan manis berbicara pada Roy untuk berlaku sopan, karna Yoon Ah lebih tua dari Roy. Roy ngambek mengadu kalau tadi ia hanya sedang berbicara dengan ahjumma dan Yoon Ah menganggunya. nenek tanya siapa itu, Roy lalu berceorta kalau ahjumma Hong Joo ddulu tinggal bersamanya di vila, Ahjumma Hong Joo juga baik dan cantik.
 
 
 

Min Woo berasda di mobil bersama Han San, disana Min Woo melihat foto foto tentang tingkah laku istrinya ketika di laur rumah  yang bertemu dengan laki laki lain. Han San menjelaskan kalau pelatih Golf istri Mmin Woo yang Min Woo pinta ia ikuti hanya makanan pembuka bagi istri Min Woo. target yang sebenarnya adalah Bu Cheong, assisten profesor di universitas Kang San, Han San menyeutkan bukankah pria itu terlihat seperti playboy?

Min Woo yang sedang melihat foto foto istrinya dan Bu Cheong mengatakan kalau dirinya tau hal itu, Bu Cheong dan istrinya sudah berkencan selama lebih dari 6 tahun ketika di universitas, apa Han San pikir ia tidak meneliti sebelum perjodohan pernikahan?

 

Min Woo kesal jadi selama ini istrinya berselingkuh dengan cinta pertamanya. Han San menanggapi kalau orang orang sering menyebutkan "kau tidak tau apa yang kkau miliki sebelum kau kehilangan "

telpon Min Woo berbunyi dari Nyonya Yim, Min Woo mereject panggilan tersebut fokus pada Han San bertanya menurut Han San yang seorang ahli berapa lama hal ini akan kepergok. han San menjawab kalau dirinya tau maksud Min Woo, Min Woo ingin mempunyai bukti kuat untuk mengugat cerai istrinya, Min Woo harus mempunyai padang yang besar.

Min Woo menanggapi "tidak hanya pedang yang besar tapi pedangnya harus tajam"

Han San meminta Min Woo untuk tidak perlu mengkhawatirkan itu karna ini memang sudah menjadi tugasnya, bisa jadi sesingkat 1 minggu atau satu bulan untuk istri Min Woo menyebrang batas yang seharusnya tidak ia lewati, jika istriMin Woo ingin keluar dengan teman sekolah lamanya itu adalah kesempatan yang paing bagus untuk memergokinya.

Seok Hoon berada di area parkir saat dirinya melihat Se Young yang baru saja masuk ke mobilnya. Seok hoon terus melihat kearah Se Young sampai Se young akhirnya menyadari klau dirinya sedang di perhatikan oleh seseorang.

keduanya saling menatap dari dalam mobil masing masing lama, tapi saat mobil sudah berjalan Se Young berusaha memalingkan wajahnya agar tidak melihat kearah Seok hoon tapi yang Se Young lakukan malah kembali berbalik melihat kearah Seok hoon hingga mata keduanya kembali bertemu.
 


Se Young datang ke kegiatan amal dari Young Predir Group disana semua orang menyapa dirinya mendekat tapi Se Young lebih memilih untuk pergi dari sana menjauh dari kerumunan para pengusaha pengusaha yang sudah tentu berhasil, Se Young memilih untuk menyendiri.

Dalam kesendiriannya kembali tergiang kata kata Seok Hoon yang mengatakan suka padanya. Di dalam pikiran Se Young hanya ada itu. Lamunan Se Young terganggu dengan kedatangan Min Woo disana.

 


Dengan sendirinya Se Young jujur pada Min Woo kalau besok perusahaan mereka akan bertemu dengan Presdir Du. Bukankah Min Woo datang untuk mengetahui hal itu, mengetahui apa yang mereka miiki.
Min Woo tersenyum membenarkan kalau dirinya memang benar datang kesini untuk menemui Se Young tapi kali ini bukan karna masalah pekerjaan. Min Woo meminta Se Young untuk menghentikan semuanya.
Se Young tertawa tidak mengerti apa maksud Min Woo, menghentikan apa?. Min Woo meminta Se Young untuk berhenti berpura pura, Se Young taukan Cha Seok Hoon dan Na Hong Joo.

 
 


Dengan rasa masih tidak percaya Hong Gyu memberanikan diri bertanya pada Seok Hoon, apa Seok Hoon dan kakaknya sedang pisah rumah?, itulah mengapa Seok Hoon meninggalkan rumah.

Seok Hoon menjawab omong kosong apa itu, dari mana Hong Gyu mendengarnya itu semua tidak benar. Hong Gyu yang tau kalau semua yang dituduhkan Se Jin tadi tidak benar kesal pada Se Jin lalu mengatakan pada Seok Hoon kalau ia hanya memiiki perasaan curiga.

Seok Hoon berusaha meyakinkan Hong Gyu lagi kalau diantara kedua nya sedang tidak terjadi apapun. Hong Gyu mengerti ia melirik Se Jin yang ada di depannya dengan kesal sambil menekankan kata kata”itullah yang ia pikirkan tadi” Se Jin yang tau maksud perkataan Hong Gyu yang menyindirnya dengan cuek mengangkat satu bahunya tanda tak tahu.

Hong Gyu lalu meminta kakak iparnya untuk membawa kakaknya jalan jalan karna sepertinya Hong Joo sedang banyak tekanan dalam pekerjaannya, Seok Hoon pasti tau kan kalau kakaknya sudah bekerja dirumah sakit lagi. Seok Hoon mengangguk tahu, ia juga berjanji kalau akhir minggu ini ia akan pulang.
 



Hong Gyu memarahi Se Jin karna kecurigaan Se Jin ia jadi ikut gila menuduh kakaknya dan kakak ipaarnya sedang pisah rumah. Se Jin mencoba membela dirinya kalau ia sudah mengatakannya tadi pada Hong Gyu untuk tidak melibatkan diri dengan urusan orang lain karna itu tdak akan menguntungkan Hong Gyu.


Se Jin lalu menyeret Hong Gyu  setelah melihat kearah jam tangannya. Se Jin mengatakan kalau mereka hampir terlambat nonton film jadi ayo cepat. Hong Gyu menurut mengikuti Se Jin tapi begitu sadar ia langsung Tanya apa? Kemana?




 


“Na Hong Joo dan Cha Seok Hoon mempunyai mental yang berbeda dari kita . mereka menerima hal secara langsung dan menggunakan perasaan mereka untuk merahasiakan sesuatu, dengan kata lain mereka hanya punya 1 wajah.”

“jadi maksudmu aku tertipu dengan pasangan yang naïf?”Tanya Se Young balik ke Min Woo

Min Woo berkata kalau ia tidak peduli berapa banyak yang benar dan berapa banyak yang salah, ia tidak tertarik pada perasaaan Se young jadi sudah cukup bersenang senangnya dan hentikan semua ini.

Se Young tertawa ia sama sekai tidak paham, bagaimana Min Woo bisa mengenal Hong Joo?Min Woo menjawab kalau drinya sangat beruntung bertemu Hong Joo di hongkong dan lagi Hong Joo juga membntunya untuk megasuh Roy.

Se Young tertawa mengatakan kalau Min Woo seharusnya tidak memberinya saran seperti ini, seharusnya Min Woo menghentikan gurauan Min Woo. Min Woo tidak mengeti apa yang dimakud oleh Se Young.

“Presdir Kang yang penuh cinta tertarik pada seorang wanita yang tenang, cantik dan sudah menikah.” Se Young lalu mengingatkan kalau Min Woo sudah menikah dan memiliki 3 anak bahkan bukan 3 tapi 4.

Se Young lalu Tanya apa yang akan Min Woo lakukan sekarang.  Min Wo menjawab “setidaknya, aku tidak membeli orang dengan uang. Kau telah memaksa mereka tinggal berpisah dan membuat pria itu bekerja padamu , tidakah Se Young merasa bersalah karna sama sama seorang wanita?

Se Young baru mendengar kabar ini, tinggal berpisah?

Min Woo memperingati Se Young untuk menghentikannya sekarang karna sekarang pasangan ini sudah berada di ujung tali.

Mendengar hal itu ada rasa takut cemas di dalam diri Se Young.

 
 


Seok Hoon datang ke tempat perhiasan disana ia meminta pelayan untuk membersihkan cincin nikah miliknya. Mend3ngar hal itu pelayan Tanya apa Seok Hoon akan memberikan cincin ini pada istrinya. Seok Hoon mengangguk.

Sang pelayan lalu menawarkan pada Seok Hoon jika Seok Hoon sedikit mengeluarkan uang lebih banyak Seok Hoon bisa mendapatkan cincin yang baru yang lebih fashionable. Seok Hoon menjawab kalau ini bukan tentng uang, ia hanya ingin cincin miliknya terlihat seperti baru.

Se Young masih berada di balkon sendirian memikirkan tentang apa yang Min Woo katakana tadi padanya, sementara Seok Hoon duduk di taman sambil memegang jarinya yang tadinya ada sebuah cincin.

 
 


Hong Joo memasang wajah palsunya ketika bersama teman teman sekerjanya tersenyum gembira tapi ketika mereka sudah berpisah wajah Hong Joo langsung berubah galau. Sementara Min Woo dan istrinya meskipun tidak terlalu terlihat, tapi yang pasti ada ketidak jujuran diantara keduanya,Ji Sun baru saja naik ke tempat tidurnya saat sang suami sudah lama tidur disana, Min Woo yang pura pura tidur membuka matanya melihat kearah punggung sang istri, nampaknya ini sudah sering terjadi.

 
Karna perkataan Min Woo nampaknya Se Young berfikir ulang tentang apa yang ia lakukan saat ini hingga pada akhirnya memutuskan untuk menyimpan sepatu yang akhir akhir ini menjadi kan hidupnya berubah.

Se Young akhirnya memenuhi janjinya pada Myung Hwa untuk mengecek kesehatannya. Myung Hwa sebagai dokter Se Young meminta Se Young untuk mengecek kesehatannya menggunakan ultrasound seperti terakhir kali Se Young memeriksakan dirinya disini untuk melihat perkembangan kista Se Young. Saat itu Myung Hwa sempat bertTanya bagaimna dengan kabar pria itu(Seok Hoon).

Se Young tersenyum mendengar pertanyaan temannya tersebut mengatakan ia pikir ia sekarang sedang berada di ruang kandungan tapi nampaknya bukan, sepertinya ini ruang psikiatris. Myng Hwa tau kalau Se Young menyindirnya, ia membela diri kalau dirinya hanya mengkhawatirkan Se Young saja.
  


Se Young dan Hong Joo sama sama terkejut saat keduanya bertemu di ruangan Myung hwa. Hong Joo adalah perawat yang akan mengantarkan nya ke ruang ultrasound.

Keterkejutan keduanya di buyarkan oleh Myung Hwa yang meminta Hong Joo untuk melihat Se Young dengan baik karna pasien yang satu ini adalah temannya.

Hong Joo mengantar Se Young keruang ganti dengan canggung, kedua duanya sama sama canggung. Se young lalu mencoba mencari tahu apa yang dilakukan Hong Joo di sini sebelumnya ia belum pernah melihat Hong Joo. Hong Joo menjawab ketika Se Young datang kesini untuk check up dirinya sedang cuti. Se Young berkomentar kalau sebelum ini ia tidak perlu pergi ke dokter kandungan, baru kali ini ia melakukannya.

Setelahh mengatakan hal itu Se Young masuk ke ruang ganti,sedangkan Hong Joo melihat riwayat penyakit Se Young.

Hong Joo Nampak kaget ketika melihat data milik Se Young yang mencantumkan kata “Myoma dan intramural” sementara Se Young juga nampak khawatir dengan pertemuannya dan Hong Joo disini.


 
 
 


Setelah melakukan pemeriksaan Myung Hwa meminta Se Young untuk melakukan operasi minggu depan karna kista yang ada di dalam tubuh Se Young semakin membesar meskipun perkembangannya lamban tapi mereka harus melakukan operasi.

Se Young diam tidak menjawab, Myung Hee lalu berkomentar kalau dirinya sangat tau kalau Se Young penggila kerja dan pekerjaan adalah hal terpenting dalam hidup Se Young tapi ini…..

Blum selesai Myung Hee melanjutkan perkataannya Se Young memotong kalau ini bukan masalah pekerjaan. Myung Hee pernah mengatakan padanya sebelumnya bahwa ia tidak akan bisa memiliki anak setelah operasi  “tapi Myung Hwaa ya… aku tidak berniat untuk menikah atau memiliki anak tapi….. sesuatu menahanku” seru Se Young

Myung Hwa yang mendengar hal itu nampaknya tau apa maksud dari perkataan Se YOUNG, Myung Hwa berkata untuk tidak memperdulikan laki laki yang Se Young sukai, singkirkan dia dan jangan pernah memikirkan hal itu karna Se Young harus menghargai perasaan Se Young sendiri . jika Se Young membuang buang perasaan Se Young untuk orang yang salah, Se Young akan menyesalinya ketika tidak ada lagi yang tertinggal.

Mendengar hal itu Se YOUNG malah berkomentar, kalau dirinya akan senang jika ia bisa menyesali hal itu.

 
Setelah berkonsultasi dengan Myung Hwa Se Young menemui Hong Joo, ia meminta waktu Hong Joo untuk bicara berdua,

Awalnya Hong Joo enggan duduk berdua berdampingan di samping Se Young tapi Se Young yang melihat Hong Joo tidak mau mencoba membujuknya. Hong Joo akhirnya duduk berseblahan dengan Se Young, Se Young lalu membuka pembicraan mereka, apa Hong Joo melihat riwayat kesehatan miliknya.

Hong Joo menjawab tanpa melihat kearah Se YOUNG kalau hal itu sudah bagian dari pekerjaannya. Se YOUNG tersenyum mengatakan untuk jangan menganggap apa yang di deritanya sekarang memang layak ia dapatkan dan juga jangan bergembira.

Hong Joo kesal dengan perkataan Se Young, kemudian berkata kalau Se Young hanya lah seroang pasien, ia tidak mempunyai perasaan lain. Seperti tidak mendengar perkataan Hong Joo, Se Young berkomentar kalau Hong Joo pantas mengenakan pakaian perawat itu Nampak cantik di Hong Joo. Hong Joo tidak suka ia mengatakan kalau ia tidak punya waktu untuk bercanda dengan Se Young jika tidak ada hal lain yang ingin Se Young katakana ia akan pergi.

“Tuan Cha Seok hOon memberikan pengunduran dirinya. Aku sudah memberitahu nya bahwa kemampuannya akan membuat dirinya sukses dan bahwa aku akan membantu nya untuk mencapai itu tapi bahkan dia tidak ragu ragu.”

“lalu memangnya kenapa?” Tanya Hong joo

“Tuan Cha Seok Hoon menyerah atas semuanya untuk kembali padamu. Aku ingin mempertahankannya tapi aku tidak tau apa lagi yang harus dilakukan”

Hong Joo yang kesal mengatakan kalau Se Young tidak tau malu dan sangat kasar, Se Young menuruti kata hatinya dan melukai perasaan orang lain dan sekarang Se Young ingin di kasihani? “kau melepaskan dia pergi karna kau mencintainya? Kau ingin aku berempati padamu?”

“aku tidak peduli betapa manisnya segalanya antara kau dan Seok Hoon tapi tolong singkirkan aku dari gambaran itu, ini menjijikkan” kesal Hong Joo

Se Young menanggapi dengan senang hati, ia hanya akan mengatakan 1 hal saja karna diriinya sudah bersikap kasar “jangan menyerah atas Cha Seok Hoon. Tunggulah dia hingga dia bisa kembali”

Hong joo: ”aku benar benar tidak bisa memaafkanmu”


Se Young tidak memerlukan hal itu, ia tidak perlu pengampunan dari Hong Joo untuk membuat hidup nya yang menyedihkan berkurang.


 
 


Se Young mendapat telpon dari sang ahjumma dan ayahnya, ayahnya memarahi Se Young yang harus pergi kerumah sakit, apa yang lebih penting dari kesehatan Se Young sendiri. Mendnegar hal itu Se Young tersenyum ia kerumah sakit hanya perlu di infus, tidak ada yang perlu di khawatirkan.

Ayah lalu mengingatkan tentang orang orang cina, ia mengatakan kalau hubungan sangatlah penting, orang orang cina tersebut sangat menghargai hubungan antara orang orang dan saling menerima satu sama lain jadi jangan begitu kaku pada mereka, Se Young mengerti ia akan mengingat itu selalu. Se Young lalu menyudahi hubungan telpon dengan ayahnya ia akan menelpon ayahnya kembali setelah urusannya selesai.

 


Di kantor Young Chul memberitahu semua orang kalau Presdir mereka sudah menunggu di pusat modal jadi mereka juga harus kesana. Saat semua orang sudah pergi Young Chul berterima kasih pada Seok Hoon karna tanpa Seok Hoon mereka tidak akan berada sejauh ini pada pengambil alihan hotel M. menurutnya tidak masalah apakah hari ini mereka akan berhasil atau gagal yang pasti ia sangat berterima kasih atas semua kerja kerasa yang Seok Hoon lakukan selama ini.

Seok Hoon menanggapi dengan guyonan kalau yang seharusnya mengatakan hal itu adalah Presdir bukan Hyungnya yang hanya seorang Manager disini. Heeehheheheh

 


Se Young sudah sampai di pusat modal dan semua anak buahnya sudah menunggu disana, Di escalator Se Young melihat kebelakang dimana Seok Hoon berada keduanya salng bertatapan cemas dengan apa yang ahrus mereka hadapi hari ini.

 


Pertemuan antara perusahaan DongSung dan perusahaan Du pun terjadi, Sebelum negosiasi dimulai Se Young membuka pertemuan itu dengan mengucapkan terima kasih karna Presdir Du memberikan ijin pada mereka untuk melakukan negosiasi ini sebelum presdir Du kembali ke Hongkong, ia harap kedua belah pihak bisa puas.

Pengacara Choi memberikan laporan pada Min Woo kalau Perusahaan Dongsung sudah memulai pertemuannya dengan perusahaan Du. Min Woo bertanya bukankah hasilnya akan di umumkan hari ini?

Pengacara CDhoi mengangguk menjawab ya, seharusnya perusahaan Du kembali menemui mereka hari ini setelah penawaran yang waktu itu terjadi tapi sekarang presdir Du ingin mendengar penawaran dari Dong Sung juga sebelum membuat keputusan akhir.

Pengacara Choi juga berkomentar kalau perusahaan Du hanya mempunyai merek dan citra dari membeli hotel hotel di masa lalu sementara syarat lainnya….. belum selesai pengcara Choi berbicara Min Woo memeotong kalau semua itu tidak masalah baginya karna mereka punya kartu tersembunyi jika sesuatu tidak berjalan dengan lancar.

Tapi bagaimana menurut Pengacara Choi, apa Se young bisa melewati rintangan yang di letakkan presdir Du di depannya? Pengacara  Choi menanggapi kalau persayaratan yng di berikan oleh perusahaan Se Young sulit diterima jika di pikir secara realistis. Min Woo sependapat dan berkomentar dengan nada bercanda kalau Se Young seharusnya mengakhiri karirinya  dan menikah jika kali ini Se Young sampai gagal.

 
 


Negosiasipun selesai, perusahaan Du memberikan syarat syarat yang harus perusahaan Se Young lakukan jika pengambil aihan hote M di dapatkan oleh perusahaan Se Young selain syarat syarat yang sudah mereka sebutkan ada beberapa syarat lagi yang harus peursahaan Se Young penuhi, ini adalah syarat yang diberikan Sebelum Presdir Du kembali ke hongkong presdir Du menambahkan satu persyaratan yaitu harus ada jaminan 100% kelanjutan karyawan setelah pengambil-alihan hotel. Dan perusahaan Se young juga harus menyetujui untuk menggunakan karyawan dari semua karyawan kontrak disni.
 

 
 


Se Young memulai rapat di perusahaan mereka setelah mendengar syarat yang di ajukan Presdir Du pada mereka.  manager Jo Nampak keberatan dengan permintaan dari perusahaan Du yang meminta agar karyawan kontrak perusahaan Du juga harus mereka jamin. Se Young berkomentar kalau perusahaan Ajin yang mendengar persayaratan ini terlebih dahulu pasti perusahaan Ajin akan memenuhi persayatan ini.


MANAGER Jo mengerti hal itu tapi hal penting setelah pengambil alihan hotel adalah menyesuaikan jumlah karyawan dan jika mereka mempertahankan semua karyawan kontrak yang telah 1 atau 2 tahun pergi itu adalah kerugian besar bagi mereka jadi Se Young sebagai presdir mereka setidaknya meminta perusahaan Du menurunkan sedikit presentasenya, mereka tidak bisa menerima hal ini begitu saja.

Se Young diam saja ia bimbang harus melakukan hal apa, di tengah kebimbangan dirinya melihat kearah Seok Hoon yang sedari tadi juga melihat kearahnya, seakan meminta pendapat bagaimana ia harus menyikapi ini.

 
 
 


 eok Hoon sengaja menunggu Se Young diluar. Saat Se Young keluar Se young langsung menghampiri Seok Hoon curhat kalau mereka sudah berada di garis akhir tapi mereka malah terperangkap. Seok Hoon memberi saran agar Se Young kembali bernegosiasi, Se Young mengangguk mereka memang harus melakukan hal itu, mengambil 100 % dari semua karyawan perusahaan Du memang terlalu banyak.

Seok Hoon berkata kalau Se Young tidak punya pilihan lain selain bernegosiasi, saat perusahaan Se Young  melaporkan kembali ke kantor pusat dengan syarat syarat yang di berikan perusahaan Du,  itu akan jadi akhir.

Se Young Tanya bagaimana bisa Seok Hoon begitu yakin?

Seok Hoon mengungkapkan kalau mereka sudah pernah bertemu presdir Du, presdir Du terlihat sedikit janggal tapi dia tidak akan pernah menghianati siapapun.

“berinvestasi dan menghargai yang lainnya. Kalian berdua mirip” seru Se Young

“Tapi aku harus realistis mengenai biaya dan keuntungannya. Aku tidak punya cukup waktu untuk membicarakan idealisme dalam perusahaan.”

Seok Hoon menanggapi kalau orang yang mempunyai idealis sejati adalah Se Young sendiri. Se Young memimpikan tentang Dong Sung yang menjadi perusahaan hotel terbesar di asia. Dalam kenyataaanya, prakteknya tidak masuk akal tapi Se Young masih  disini berusaha mewujudkan mimpi yang tidak masuk akal itu. Bukankah itu cukup untuk membuktikan bahwa Se Young lebih idealis dari pada dirinya?.

Se Young tersenyum mendengarnya, ternyata Seok Hoon lebih mengenalnya daripada dirinya sendiri. Seok Hoon menjawab kalau memang dirinya juga ingin tau dan lebih mengenal Se Young (ow owwwwwwwww)

 
 


Seok Hoon lalu memegang bahu Se Young berkata “lupakan kerugian yang kau lihat. Percayalah pada mimpimu”



Pertemuanpun kembali di mulai, Sekrang waktunya untuk Se Young yang menentukan apakah dirinya akan menyetujui persyaratan tambahan dari presdir Du atau tidak. Dan pada akhirnya Se Young memutuskan untuk menyetujui semuanya, mempertahankan semua karyawan tetap dan kontrak. Se Young mengatakan hal itu sambil melihat Seok Hoon. Semua yang ada di sana tidak percya Se Young menyetujui prsyaratan itu, mereka semua terkejut sangat berbeda dengan yang di tunjukkan oleh Seok Hoon, yang tersenyum melihat keputusan apa yang sudah di ambil oleh Se Young.

Se Young menghela nafas lega setelah mengatakan semua itu di depan semuanya. Bibirnya merekah menampakkan senyum tatkala melihat kearah Seok Hoon dan kembali mendpatkan senyum semangat.


 
 


Min Woo meminta istrinya datang kekantor, Min Woo memberikan beberapa cek uang pada istirnya. Ji Sun heran kenapa Min Woo bersikap baik padanya. Min Woo berkata kalau dirinya hanya membagi kebahagian yang akan segera datang ke perusahaan ini, Ji Sun heran apa sudah terjadi negosiasi besar yang berjalan dengan baik atau apa?

MiN Woo mengatakan untuk menganggapnya seperti itu, jadi pergilah bersenang senang bersama teman teman Ji Sun.

Min Woo menekan kan kata kata 5 putri yang sudah tidak banyak bersama sama belakangan ini, Ji Sun bisa melakukan perjalanan ke asia selatan. Ji Sun masih khawatir apa hal itu tidak apa apa. Min Woo meyakinkan untuk melakukan perjalanan,dan jangan khawatirkan ibu nya dan anak anak.

Ji Sun Nampak senang, ia mengatakan kalau dirinya harus menanyakan hal ini dulu dengan teman temannya. Min Woo yang sedari tadi tertawa langsung terdiam mencermati Ji Sun yang Nampak begitu senang.

 
 
 
 


Min Woo mendapat telpon dari pengacara Choi dan nampaknya itu adalah kabar buruk, saat Ji Sun Tanya apakah terjadi sesuatu. Min Woo menjawab tidak ada yang terjadi tapi itu akan terjadi.

 
 


Pertemuanpun selesai, saat diluar Seok Hoon dan Se Young kembali bertatapan, hemmm nampaknya Se Young masih memikirkan perkataan Seok Hoon yang tadi. (Seokkkk Hooonnnn mau baikan nggak sieeee sama Hong Joooo)





Seok Hoon menelpon Hong Joo mengajaknya untuk makan malam bersama, Hong Joo yang ada di sebrang telpon menjawab dengan dingin.

Seok Hoon menjemput Hong Joo di rumah sakit, Hong joo yang melihat mobil yang di kendarai Seok Hoon Tanya apa Seok Hoon membeli mobil baru, Seok Hoon menjawab kalau ia tidak punya uang untuk itu, mobil yang di pakainya ini adalah mobil perusahaan.

 
 
 


Seok Hoon mengajak Hong Joo ke sebuah restorant mewah, restoran tersebut adalah restorant kesukaan Hong Joo. Seok Hoon Tanya apa Hong joo merasa aneh karna ia mengajak kesini padahal bukan hari ulang tahun perkawainan mereka ataupun ultah Hong Joo.

Hong Joo diam ia hanya bertanya apa Seok hoon sudah membuat reservasi? Seok Hoon hanya menjawab kalau ini adalah restorant kesukaan Hong Jooo.

Di kantor Se Young kembali melihat surat pngunduran diri yang Seok Hoon berikan padanya. Telpon Se Young berbunyi, ada panggilan dari pengcara Choi.

 


Se Young menangkat panggilan tersebut dengan senyum, ia menanyakan kabar pengacara Choi. Pengcara Choi mengucapkan selamat pada Se Young karna sudah berhasil mengambil alih hotel M. Se Young tersenyum bukankah pengcara Choi seharusnya mengtakan sebaliknya?

Pengcara Choi menjawab kalau ia sudah pulang kerja sekarang jadi saat ini ia bukan bagian dari management Ajin. “Pria bebas Choi Seok Gi sedang menelpon Yo Se Young yang menyukai adikku.”

Se Young tersenyum mengucapkan terima kasih, dari nada suara Se Young pengacara Choi bisa menebak sepertinya sudah terjadi sesuatu, maka dari itu ia mennayakan pada Se Young apa ada yang menyusahkan Se Young?


Se Young berkata apa pengcara Choi sedang mematai matainya?. Pengcara Choi tidak peduli dengan perkataan Se Young, ia terus bertanya apa yang terjadi. Se Young berkata kalau pengcara Choi pernah berkata padanya kalau mereka tidak akan pernah tau jika mereka tidak mencoba untuk bertarung.

Pengacara Choi langsung bisa menebak apa ini masalah tuan Cha Seok Hoon?. Se Young tidak membantah ia hanya mengatakan kalau ia kira ia akan menang, ia kira ia yang mengendalikan karna uang dan statusnya  tapi ia salah dan pengacara Choi benar, ia memang kalah dari awal.

Pengcara Choi menanggapi, apa sekarang Se Young menyerah? “akankah aku dalam kedamaian jika aku menyerah?”ujar Se Young balik bertanya

Pengacara Choi hanya menjawab kalau Se Young dapat menemukan jawabannya sendiri.
 

 


Seok Hoon berbicara tentang masa lalu nya dengan Hong Joo saat keduanya pertama kali bertemu. Saat Seok Hoon harus di rawat di rumah sakit tempat dimana Hong Joo bekerja dan ketika  kakinya yang cedera hampir sembuh ia tidak ingin pulang kerumah. Hong Joo menjawab kalau ia tau hal itu karna setelah seminggu Seok Hoon keluar dari rumah sakit, Sek Hoon kembali lagi kesana mengatakan kalau Seok Hoon sedang mengunjungi pasien lain.

“Semua pasien yang dekat denganku sudah pulang satu persatu dan aku kehabisan alasan”seru Seok hoon menirukan perkataan nya waktu itu.

Hong Joo lalu berkata apa itu sebabnya Seok hoon mengancamnya waktu itu? Seok Hoon ingin bertemu dengannya di luar rumah sakit karna tidak ada lagi teman Seok Hoon yang berada disana? Seok Hoon bahkan berencana untuk mematahkan kakinya untuk bisa menginap di rumah sakit.

Seok Hoon menjawab kalau ancamannya ternyata berhasil kan? Hong Joo menjawab kalau dirinya hanya mengikuti ikrar nightingale, ia tidak diijinkan untuk melakukan apapun yang akan melukai orang lain.

Hong Joo juga bercerita kalau waktu itu ia juga merasakan hal yang sama seperti Seok Hoon tidak ingin berpisah dan berat mengucapkan selamat tinggal pada Seok Hoon karna setelah ini ia tidak bsa melihat pria tampan dan sehat seperti Seok Hoon lagi.

 
 



“tapi Seok Hoon siiiiiii.. orang yang membuatku tersenyum dan memegang tanganku tidak disini lagi. Bagian dari diriku yang mencintai orang itu juga sudah terbang entah kemana”

“Hong Joo ya….”seru Seok Hoon sedih tau maksud Hong Joo

Hong Joo tidak bisa lagi melanjutkan kata katanya, ia pamit pergi ke toilet pada Seok Hoon.. dan disana ternyta Hong Joo menangis. Sementara Seok Hoon menatap cincin yang sudah ia siapkan untuk Hong Joo.

 
 
Hong Joo berusaha menahan tangisnya agar tidak kembali pecah, ia kemudian mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya dan ketika melihat is dari amplop tersebut tangis Hong Joo kembali pecah.

 


Seok Hoon menyembunyikan cincin itu saat Hong Joo kembali, Seok Hoon mengatakan pada Hong Joo kalau ia tau apa maksud Hog Joo tapi Seok Hoon mengajak hong Joo untuk menata hubungan mereka kembali. Mereka bisa membeli sebuah apartement dan membayarnya dengan apa yang mereka punya, ia juga akan keluar dari tempat Young Chul dan Hong joo tidak perlu lagi berhutang dengan ayahnya.

Ia juga akan mendapatkan penawaran dari tempat yang mewawancarainya jadi ia bisa mulai bekerja disna. Ia sudah mengundurkan diri dari DongSung.

Hong Joo mendengar hal itu dengan tidak tertarik, ia malah bertanya apa ada berita lainnya yang harus Seok Hoon berithu padanya?

Seok Hoon bingung tapi kebigungannya sepertinya terjawab saat dirinya melihat di jari Hong joo sudah tidak ada cincin pernikahan mereka.

Hong JOO mengatakan jika tidak ada lagi, ia akan mengatakan apa yang ada di pikirannya. Hong Joo mengambil sesuatu di dalam tasnya sebauah amplop.

 
 
 


Lalu menyerahkannya pada Seok Hoon “ini surat pengunduran diri dariku”

Seok Hoon menatap ampolp itu lama lalu mengambilnya. Disana tertulis srat perceraian yang sudah di tanda tangani oleh Hong Joo.


 
 
 “aku mengundurkan diri menjadi istrimu. Mari kita mengucapkan selamat tinggal”

 



OWWwwww apakah Seok Hoon akan mengabulkan pengunduran diri yang Hong Joo berikan padanya?? Emmm sebenarnya masih bingung, disini Seok Hoon seakan akan plin plan, Seok Hoon pengen balikan dengan Hong Joo tapi kenapa juga mesti ngomong ke Se Young kalau dia pingin mengenal lebih dekat tentang Se Young.

Padahal kalo menurut author Se Young kayaknya udah mulai pengen mundur dari apa yang sudah ia lakukan karna perkataan Min Woo di kegiatan amal, buktinya aja sepatu yang jadi masalah udah di simpen dalam kardus. Tapi kenapa lagi kenapa lagi Seok Hoon malah bikin Se Young kembali berharap dengan kasih semangat ke Se young plusssss ya itu tuh tadi tuh yang bilang kalau dia pengen ngenal Se Young lebih dekat haduhh....

3 komentar:

  1. haadduuhhhhh.....Soek hoon PHP bgt dah....
    Tp, sbgai seorang istrii...ga redoo suaminyaa bginiii....T.T

    BalasHapus
  2. Aku setuju ama Hong joo. akhirnya dia mutusin untuk menyudahi penederitaannya.. semangat kak..

    BalasHapus