Kamis, 14 April 2016

The End

 

Sejak menghilangnya kabar dari Dillon, berhari-hari bahkan minggu dan bulan. Sejak itu juga, Kayla seakan menghibur dirinya sendiri dengan mengirim pesan kegiatannya sehari-hari pada Dillon. tetapi hingga sekarang Dillon tetap tidak membalasnya.

Kayla memang tidak mengharapkan suatu balasan dari Dillon. hal ini hanya untuk menenangkan hatinya. dan sampai pada suatu hari. ponsel Kayla berdering dan sebuah pesan ia terima, dari Dillon.

"Maaf kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. 
maaf karna tidak bisa menjelaskan alasannya."


pesan yang cukup singkat tapi cukup untuk membuat Kayla murung beberapa hari.

***

1 tahun yang lalu..Dillon menceritakan semua masa lalunya dengan Kayla.. entah apapun itu, semuanya Dillon ceritakan pada Kayla. Tidak hanya bercerita, Dillon pun  memberikan sebuah foto, foto masa lalu nya. Sebuah foto yang Kayla yakin, seseorang yang tergambar disana, sangat berharga bagi Dillon saat itu. Kayla tidak mempunyai firasat apapun saat Dillon menunjukkan foto tersebut padanya, karna Kayla sudah terlalu terbuai dengan Dillon.

Dan Sekarang.....

Kayla hanya meratapi kebodohannya...

Seharusnya Kayla tahu...bahwa dari awal Ia hanyalah sebuah mainan bagi Dilon. Seharusnya Kayla tahu...bahwa dari awal Ia sama sekali tidak di perhitungkan oleh Dilon.

"BODOHNYA KAU KAYLA" teriak Kayla dalam hati.
Kayla...Kayla...Kayla....sebegitu bodohnya, sebegitu butanya hingga tidak melihat semua itu dari awal. Heh.. buta karna cinta!.

Seharusnya Kayla tau saat pertama kali Dillon bercerita tentang hal itu, Kayla harusnya tau ituuuuu... bahwa Kayla hanya lah pelampiasan. seharusnya Kayla tau itu.

Sekarang apa yang Kayla sesali hanyalah kebodohan nya belaka... kebodohan yang harusnya dari awal Ia sadari.....

**
Satu hari yang lalu, Kayla hanya iseng membuka medsos yang Ia punya. Kayla juga hanya iseng untuk membuka akun Dillon. tapi buah dari keisengan nya, berasa pahit. Hati Kayla seakan di iris. Perih. Itu yang ia rasa. Melihat kabar secara tidak langsung tersebut membuat Kayla terdiam sejenak. Kabar bahwa Dillon mungkin akan segera menikah.

Kayla terus mengingatkan dirinya sendiri bahwa ini adalah takdir dan hal ini jugalah yang di inginkan Kayla selama ini.

Sebuah kejelasan, agar hatinya yang kokoh ini akhirnya sadar bahwa ia harus berhenti...berhenti untuk terus berharap. 

Bukan kah ini memang doa yang Kayla panjatkan. iya, ini memang yang Kayla inginkan. Kayla terus menerus mengingatkan dirinya bahwa inilah yang ia mau.

Jujur Kayla memang menginginkan hal itu. akan tetapi untuk mencapai kata ihklas, Kayla akui itu terlalu sulit. Tapi Kayla harus berusaha untuk mencapai hal itu. iya, Kayla harus ikhlas, jika memang ada wanita lain yang lebih baik lagi untuk Dillon. Kayla memang harus mengihlaskannya...

Tapi Kayla tau itu semua butuh proses...

Seberat apapun proses tersebut, memang harus Kayla hadapi...

dan cerita antara Kayla dan Dillon pun... 

Selesai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar